Berita Blitar

Gunakan Tanah Lempung, Proyek Jalan Cor Beton di Kabupaten Blitar Dibongkar

DPRD Kabupaten Blitar menemukan adanya indikasi pengerjaan proyek kurang bagus. Dewan menemukan urukan yang menggunakan tanah lempung.

Gunakan Tanah Lempung, Proyek Jalan Cor Beton di Kabupaten Blitar Dibongkar
surabaya.tribunnews.com/taufiq
Pembongkaran jalan beton di kabupaten Blitar 

SURYA.co.id | BLITAR - Rekanan pemkab Blitar yang mendapat proyek pengerjaan jalan cor beton senilai Rp1,2 miliar di Desa Gunung Gede, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, membongkar kembali proyek yang telah dikerjakan, Selasa (26/11/2019).

Pembongkaran dilakukan setelah muncul rekomendasi anggota komisi III DPRD Kabupaten Blitar

Sebelumnya, DPRD Kabupaten Blitar menemukan adanya indikasi pengerjaan proyek kurang bagus. Saat sidak, Kamis (13/11/2019) silam, dewan menemukan urukan yang tak menggunakan campuran pasir dan batu, melainkan tanah lempung

Pembongkaran dilakukan menggunakan ekskavator sejak pagi hari.

"Iya, ini sudah kami bongkar dan kami usahakan hari ini sudah selesai. Sehabis pembongkaran ini, tak langsung dicor, melainkan harus membersihkan puing-puing bekas pembongkaran. Setelah itu, baru mengganti lembaran besi betoneser, baru bisa dicor ulang. Kami usahakan, pertengahan Desember sudah selesai sesuai jadwalnya," papar Marsim, pelaksana proyek jalan cor beton

Pembongkaran itu diawali dari sebelah utara ke selatan atau ke arah Kecamatan Wonotirto.

Sesuai rekomendasi anggota dewan, bukan semuanya dibongkar, melainkan hanya sepanjang 30 meter.

Dengan pembongkaran itu, warga setempat merasa lega karena rekanannya berbesar hati, dan mau membongkarnya. Itu berari jalan cor beton, di jalan raya desanya akan kuat karena dikerjakan sesuai RAB-nya.

"Ini akan kuat dan awet karena tak menggunakan tanah lempung, namun akan diganti dengan urukan sirtu," ujarnya.

Andika, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Blitar mengatakan, dirinya salut dengan sikap rekanan yang proaktif seperti itu.

Politisi dari PAN ini berharap kasus ini jadi pelajaran bagi rekanan lain, agar bekerja profesional dan jangan berusaha mengurangi kualitas pekerjaannya. Jika ketahuan, bakal fatal seperti itu.

"Sebetulnya, jika pengawasan dari PU berfungsi secara maksimal, maka tak akan ada kasus seperti itu (pembongkaran). Karena itu, kami minta agar PU serius mengawasi proyek yang ada di dinasnya. Sebab, kami melihat banyak kasus seperti itu jika tak ada kontrol dari masyarakat, maka banyak pekerjaan proyek yang kurang bagus," tegasnya.(fiq)

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved