Minggu, 12 April 2026

Berita Surabaya

Banyak Terima Pasien BPJS, RS Adi Husada Kapasari Terapkan Sistem Pendaftaran Baru

Era BPJS berdampak nyata pada meningkatnya jumlah pasien di rumah sakit. Termasuk di RS Adi Husada Kapasari

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id/Sulvi Sofiana
Keluarga pasien saat melakukan pendaftaran menggunakan anjungan mandiri yang sudah terpasang di lobby RS Adi Husada Kapasari, Selasa (26/11/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Era BPJS berdampak nyata pada meningkatnya jumlah pasien di rumah sakit. Termasuk di RS Adi Husada Kapasari, Surabaya, yang 60 persen pasiennya merupakan pasien BPJS.

Dengan jumlah kunjungan pasien mencapai 600 pasien setiap harinya, dikatakan Direktur RS Adi Husada Kapasari, dr Hermanto Wijaya antrian pasien bisa terlihat sejak pukul 05.00. Padahal, antrian baru dibuka pukul 06.00 dan pendaftaran baru dilakukan pukul 07.00 WIB.

"Makanya kami menerapkan sistem pendaftaran baru, bisa secara online, lewat WhatsApp atau lewat anjungan mandiri," urai dr Hermanto.

Pendaftaran secara online, lanjut dr Hermanto, dilakukan melalui aplikasi maupun website yang dapat diakses di gawai tiap pasien.

Dalam pendaftaran online, pasien bisa melihat jadwal praktik dokter, pendaftaran dan nomor antrean.

”Untuk anjungan mandiri bisa mempercepat pendaftaran karena tidak perlu ke loket untuk pendataan, hanya perlu membayar ke loket," lanjutnya.

Terakhir, pendaftaran melalui nomor WhatsApp dilakukan dengan mencantumkan identitas pasien dan mau berobat ke poli mana. Selanjutnya akan ada konfirmasi jadwal lewat WhatsApp juga.

"Saat ini sudah kami uji coba secara intern dan per 1 Desember aplikasi bisa diakses secara umum, ” urainya.

Besar harapannya, sistem baru ini akan memeprcepat pelayanan sehingga tidak menyebabkan penumpukan pasien yang menunggu pendaftaran.

"Ke depan mungkin bisa dikembangkan untuk pembayaran non-tunai. Untuk memudahkn transaksi," pungkasnya.

Riris Ayu, warga Donorejo, Kapasan, Kota Surabaya, mengungkapkan rumah sakit memang perlu berinovasi dengan teknologi. Karena saat ini sudah banyak warga melek teknologi.

"Kalau bisa secara online sudah bisa daftar pastinya lebih mudah bagi pasien tidak perlu bolak balik ke rumah sakit cuma untuk mengantri,"pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved