Kadin Jatim

Sambut Ajakan Presiden dan Ketua DPD, Kadin Jatim Siap Sinergi untuk Tingkatkan Kemudahan Berusaha

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, siap bersinergi dengan banyak pihak untuk mengerek peringkat kemudahan berusaha.

Sambut Ajakan Presiden dan Ketua DPD, Kadin Jatim Siap Sinergi untuk Tingkatkan Kemudahan Berusaha
foto: dok pribadi
Wakil Ketua Umum Kadin Jatim yang juga calon ketua umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wakil Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, siap bersinergi dengan banyak pihak untuk mengerek peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business) di Tanah Air.

“Saya kira kita semua sepakat bahwa di tengah tantangan ekonomi dunia yang melambat, investasi baru harus digerakkan, inisiatif-inisiatif kewirausahaan wajib dimunculkan," kata Adik.

"Oleh karena itu, Kadin Jatim siap membantu peningkatan ease of doing business sebagai fokus utama kerja organisasi ini," lanjutnya dia.

Menurut calon ketua umum Kadin Jatim ini, peningkatan kemudahan berusaha bukan hanya tugas pemerintah semata. Dunia usaha pun berperan sangat penting.

“Karena kemudahan dalam berbisnis memiliki cakupan sangat luas dalam prakteknya. Bukan saja kemudahan memulai usaha dari sisi perizinan, tetapi lebih dari itu, kita harus memastikan kemudahan dari hulu hingga hilir sektor dunia usaha,” ujar pengusaha bidang agribisnis tersebut.

Dalam rapat terbatas kabinet, Kamis (21/11/2019), Presiden Jokowi menargetkan lonjakan peringkat kemudahan berusaha dari posisi 73 ke level 40 pada 2021.

Adapun Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, semua daerah di Indonesia harus mempunyai irama gerak yang serupa dengan pemerintah pusat untuk meningkatkan kemudahan berusaha.

“Tugas kita bersama menaikkan ease of doing business ini, kita kejar bareng-bareng naik ke peringkat 40 sesuai target Presiden Jokowi. Kita kejar ketertinggalan dengan Thailand, Malaysia, Singapura yang peringkatnya jauh lebih baik dibanding Indonesia,” ujar LaNyalla, Sabtu (23/11).

Adik menambahkan, saat ini Indonesia, termasuk Jawa Timur, menghadapi tantangan besar dalam dua dimensi utama.

Pertama, persaingan dari negara tetangga yang menawarkan konsep “ramah investasi” dan kemudahan bisnis dengan peringkat jauh di atas Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved