Berita Jember

Pemkab Jember Pulangkan Suwito, Kakek yang Puluhan Tahun Berpisah dari Keluarga di Jember

Suwito mengaku tidak bisa pulang ke Jember karena KTP-nya terbakar dan tidak mengerti cara untuk pulang.

Pemkab Jember Pulangkan Suwito, Kakek yang Puluhan Tahun Berpisah dari Keluarga di Jember
ist
Suwito (baju coklat) warga Jember yang dipulangkan Pemkab Jember setelah puluhan tahun menghilang 

SURYA.co.id | JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memulangkan Suwito (82) ke kampung halamannya di Desa Baletbaru, Kecamatan Sukowono, Jember.

Lelaki itu selama puluhan tahun tinggal di Kabupaten Bangka Barat.

Suwito tidak menyangka bisa pulang ke kampung halamannya di Jember, karena lelaki itu tidak memiliki tempat tinggal di Bangka Barat, dan tidak mengantongi identitas.

Suwito ditemukan oleh Dinas Sosial Bangka Barat berada di Dusun Air Junguk, Desa Pelanga, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat pada Jumat (15/11/2019).

Informasi keberadaan warga Desa Balet Baru itu kemudian diterima oleh Kepala Desa Balet Baru Fauzi Cahyo. Informasi itu kemudian diteruskan kepada Bupati Jember Faida.

“Setelah diproses penjemputannya, Alhamdulillah, Bapak Suwito tiba di Jember dan dapat bertemu dengan keluarganya,” ujar Camat Sukowono, Hery Setiawan, Minggu (24/11/2019).

Suwito tiba di Jember pada Sabtu (23/11/2019) malam. menurut Hery, semua biaya dan proses pemulangan, ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Sosial.

“Untuk selanjutnya, Bapak Suwito ini akan dicek kesehatannya. Termasuk adminduk akan diurus, juga akan diberikan hak-haknya sebagai lansia,” tegas Hery. Hal ini, lanjutnya, sesuai dengan intruksi dari Bupati Jember Faida.

Kades Balet Baru, Fauzi Cahyo, mengaku tidak ada kesulitan dalam menjemput Suwito. Semua proses berjalan lancar karena sejumlah pihak membantu pemulangan Suwito.

Suwito meninggalkan Kabupaten Jember tahun 1982 melalui program transmigrasi. Lampung adalah tujuan transmigrasi Suwito ketika itu. Namun tahun 1988, Suwito menetap di Bangka Selatan.

Namun kemudian, keluarga kehilangan kontak dengan Suwito. Selama puluhan tahun, keluarga tidak mengetahui kabar Suwito. Hingga akhirnya pada akhir pekan ini, pihak Dinas Sosial Bangka Barat mengabarkan keberadaan lelaki asal Jember itu.

“Selama di Bangka Barat Mbah Suwito ini tetap bekerja. Tidak menjadi gelandangan dan minta-minta, dan tinggal di rumah orang yang menampungnya," ujar Cucu Suwito, Totok Hadi.

Untuk memenuhi kebutuhannya, dia tetap bekerja meskipun berpindah-pindah tempat. “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada bupati dan Pemerintah Kabupaten Jember yang telah memberi perhatian yang cukup besar kepada Mbah Suwito,” ungkapnya.

Sementara itu, Suwito mengaku selama ini bekerja bersih-bersih dan menggarap kebun orang. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada bupati. “Alhamdulillah. Terima kasih kepada Bupati Jember. Akhirnya dijemput dan pulang ke Jember,” tutur Suwito saat berada di Kantor Dinsos Jember.

Suwito mengaku tidak bisa pulang ke Jember karena KTP-nya terbakar dan tidak mengerti cara untuk pulang. Hal itu yang membuatnya berpindah-pindah tempat untuk bekerja. Ia juga mengaku diajak orang asal Jember untuk bekerja kepadanya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved