Minggu, 31 Mei 2026

Berita Gresik

Ibu Asal Gresik Ini Bikin Kreasi Bunga dari Sabun, Potnya Terbuat dari Bahan Bekas

Untuk mempercantik aneka bunga yang indah dan menarik itu, Umu membuat pot-pot minimalis dari bahan-bahan yang tidak berguna.

Tayang:
Penulis: Sugiyono | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/sugiyono
Umu Khulsum menunjukkan bunga sabun di acara car free day di Jalan Jaksa Agung Suprapto Gresik, Minggu (24/11/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK - Sabun mandi selama ini digunakan untuk membersihkan badan saat mandi.

Namun di tangan Umu Khulsum (38), warga Desa Sumberejo Kecamatan Manyar Gresik, sabun mandi disulap menjadi sebuah hiasan berbentuk bunga.

Hasilnya, bisa mempunyai nilai jual yang tinggi sehingga bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, Minggu (24/11/2019).

Untuk mempercantik aneka bunga yang indah dan menarik itu, Umu membuat pot-pot minimalis dari bahan-bahan yang tidak berguna.

Seperti batok kelapa, kayu palet bekas dan serbuk gergaji.

Setelah menjadi pot-pot minimalis yang indah dan kokoh, kemudian diberi warna-warni agar lebih cantik dan menarik.

"Namanya juga bahan-bahan tidak berguna, harus saya olah agar berguna dan mempunyai nilai ekonomi, sehingga saya jadikan pot bunga minimalis dan ada bunga sabun yang harum," kata Umu, ibu dengan anak lima ini.

Umu membuat bermacam-macam bunga dari bahan baku sabun.

Bunga yang sudah jadi yaitu bunga tulip, jamur, kaktus, bonsai, anggrek dan bunga matahari.

Keterampilan tersebut baru ditekuni selama tiga bulan ini.

Pengetahuan membuat bunga sabun didapat dari pelatihan yang diadakan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik.

"Dari pelatihan di Diskoperindag itu saya telateni di sela-sela membuat batik khas Gresik," kata Umu sambil menata barang dagangan diacara car free day, di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik.

Hasilnya dari menekuni keterampilan dan kerajinan membuat bunga sabun, Umu bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Modal usaha membuat bunga sabun tidak banyak, sekitar Rp 300.000.

"Untuk membeli sabun, batok kelapa, kayu-kayu papan yang tidak dipakai, serbuk gergaji, pewarna dan tepung," imbuhnya.

Karya-karya bunga sabun tersebut dijual dengan harga yang terjangkau. Mulai dari Rp 20.000 sampai Rp 50.000.
Penjualan dilakukan oleh anak-anak remaja di desa melalui media sosial dan dari mulut ke mulut.

"Harga tergantung banyaknya bunga dan besarnya pot bunga. Tapi minimal saya jual Rp 20.000 sudah dapat untung. Untung tidak banyak tapi yang penting laris. Alhamdulillah hasilnya cukup untuk sehari-hari," katanya.

Dari pengalaman membuat bunga sabun tersebut, Umu mengaku siap menyalurkan pengetahuan kepada masyarakat luas. Baik siswa-siswi sekolah maupun ibu-ibu yang membutuhkan.
"Bagi masyarakat yang ingin belajar, saya mau mengajarinya. Bahkan gratis," imbuhnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved