Berita Kediri

Warga Mrican Kediri Antusias Mengikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis dari IIK Bhakti Wiyata

Warga Kelurahan Mrican mengikuti penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis dosen Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata Kediri

Warga Mrican Kediri Antusias Mengikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis dari IIK Bhakti Wiyata
didik mashudi/surya
Warga mengikuti pemeriksaan gula darah gratis kegiatan pengabdian masyarakat dosen IIK Bhakti Wiyata di Kelurahan Mrican, Kota Kediri, Sabtu (23/11/2019). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Warga Kelurahan Mrican mengikuti penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis kegiatan pengabdian masyarakat dosen Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata di Sanggar Senam Diwidis, Kelurahan Mrican, Kota Kediri, Sabtu (23/11/2019).

Peserta tampak antusias memeriksakan kesehatannya berupa pemeriksaan kadar gula darah, golongan darah dan tekanan darah. Para undangan yang mengikuti kegiatan ini rata-rata sudah berusia di atas 60 tahun.

Suyono, salah satu peserta mengaku sangat berterima kasih ada kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar dosen IIK Bhakti Wiyata. Apalagi warganya banyak yang sudah berusia lanjut, namun jarang memeriksakan kesehatannya.

"Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dilakukan secara rutin karena sangat membantu masyarakat," ungkapnya.

Kegiatan ini diawali dengan menggelar senam kesehatan lansia yang diikuti seluruh undangan.

Selanjutnya digelar penyuluhan kesehatan dengan tema "Ayo Lawan Diabetes" yang disampaikan Fahmi, staf pengajar IIK Bhakti Wiyata.

Fahmi menyebutkan, penyakit diabetes melitus atau kencing manis dan hipertensi merupakan penyakit dengan peringkat tertinggi di Kota Kediri.

"Penyakit diabetes melitus merupakan penyakit menahun yang ditandai kadar glukosa darah melebihi nilai normal," jelasnya.

Sementara gejala diabetes melitus di antaranya, mudah haus dan lapar, sering kencing, berat badan menurun tanpa sebab yang jelas dan cepat lelah dan mengantuk.

Sedangkan faktor resiko terkena diabetes seperti faktor keturunan, usia di atas 40 tahun, gaya hidup yang kurang sehat, kegemukan dan kurang beraktivitas serta olah raga.

Untuk mengontrol diabetes diperlukan keseimbangan dengan melakukan tiga hal. Di antaranya, diet, olahraga dan aktifitas fisik serta mengonsumsi obat anti diabetes pengontrol gula darah.

Sementara Dra Wiwik Astuti MM perwakilan Yayasan Bhakti Wiyata menjelaskan, kegiatan pengabdian masyarakat juga melibatkan dosen IIK, Lions Club dan Patelki.

"Terima kasih peserta sangat bersemangat mengikuti kegiatan senam dan pemeriksaan kesehatan," tandas Wiwik.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved