Berita Jember

Pembagian KIS di Jember Terus Berlanjut, Hari Ini Bagikan ke 8 Ribu KK

Pemkab Jember kembali mendistribusikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada 17 ribu lebih KK.

Pembagian KIS di Jember Terus Berlanjut, Hari Ini Bagikan ke 8 Ribu KK
sri wahyunik/surya
Pembagian KIS di Jember 

SURYA.co.id | JEMBER - Pemkab Jember kembali mendistribusikan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Wakil Bupati Jember, Abdul Muqit Arief, mengatakan Pemkab Jember terus berupaya mengantarkan masyarakat Jember menjadi masyarakat yang sehat, salah satunya melalui keberadaan KIS.

“Tentunya ini bukan satu-satunya program sehat untuk masyarakat. Ini merupakan salah satu program dari pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Jember,” ujar Wabup Jember yang akrab dipanggil Pak Kiai ini, Sabtu (23/11/2019).

Pembagian KIS antara lain dilakukan pada Jumat (22/11/2019) dan Sabtu (23/11/2019). Pembagian KIS kemarin dipusatkan di Kecamatan Gumukmas dan Balung. Sedangkan hari ini distribusi dipusatkan di Kecamatan Bangsalsari dan Sumberbaru.

Pada Jumat (22/11/2019), KIS diberikan kepada 8.935 kepala keluarga untuk wilayah Kecamatan Balung, Rambipuji, Puger.

Sementara hari ini, sejumlah 8.276 KK untuk wilayah Kecamatan Gumukmas, Kencong, Umbulsari, dan Jombang.

“Program ini gratis diberikan kepada masyarakat. KIS ini dibayarkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” jelas Muqit.

Meski warga memegang KIS, Muqit tetap berharap masyarakat menjaga pola hidup dan perilaku hidup sehat.

“Biasakanlah pola hidup sehat di dalam keluarga,” imbau Muqit.

Selain menyampaikan pembagian KIS, Wabup juga menyampaikan adanya penonaktifan KIS.

Penonaktifan KIS yang sebelumnya telah dimiliki warga, menurutnya karena tidak diaktivasi selama tiga bulan dan tidak terdata dalam data terpadu di Dinas Sosial.

“Artinya tidak jelas pemilik KIS ini orang miskin atau orang kaya,” tegasnya.

Tercatat sejumlah 17.018 KK di wilayah Kecamatan Gumukmas, Kencong, Umbulsari, dan Jombang mengalami penonaktifan KIS.

Sementara sejumlah 5.572 KK di wilayah Kecamatan Balung, Rambipuji dan Puger mengalami penonaktifan itu.

“KIS ini sebenarnya di peruntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Oleh karena itu, jika penonaktifan ini jatuh pada penerima yang layak, maka dapat dilaporkan dan diaktifkan kembali di pihak desa. Penonaktifan juga dilakukan agar penyaluran KIS tepat sasaran,” tegasnya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved