Liga 1

Paul Munster Sebut Mental Kemenangan Jadi Kunci Bhayangkara FC Belum Terkalahkan di 6 Laga Terakhir

Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, beberkan kunci performa mentereng timnya yang tidak tersentuh kekalahan enam laga terakhir.

Paul Munster Sebut Mental Kemenangan Jadi Kunci Bhayangkara FC Belum Terkalahkan di 6 Laga Terakhir
surya.co.id/sugiharto
Pelatih Bhayangkara FC Paul Munster saat laga timnya melawan tua rumah Madura United, Jumat malam (22/11/2019). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, beberkan kunci performa mentereng timnya yang tidak tersentuh kekalahan enam laga terakhir. Tim berjuluk The Guardian itu menang empat laga, dua laga sisanya berakhir imbang.

Kemenangan 1-2 atas Madura United Jumat (22/11/2019) kemarin malam juga menjadikan Bhayangkara FC belum kalah lima laga tandang dengan empat kemenangan dan satu laga imbang.

"Kami datang dengan mentalitas kemenangan, dan itu yang ingin kami bawa setiap laga," terang Paul.

Paul akui, upaya itu ia lakukan tidak mudah, karena harus mengubah sistem yang ingin awal memimpin Bhayangkara FC pertengahan musim Liga 1 tahun ini karena menyesuaikan kondisi akibat pemain cedera maupun bergabung demgan timnas Indonesia.

"Awal datang saya punya sistem tapi seiring berjalan waktu harus banyak diubah karena banyak pemain cedera dan timnas," tambah pelatih asal Irlandia Utara itu.

Salah satu contoh yang ia sebut adalah cedera yang diterima Dendy Sulistyawan dimana melakukan comback saat hadapi Madura United.

Bahkan, di bangku cadangan pada laga itu ia akui masih ada beberapa pemain yang masih alami cedera.

"Tapi mereka itu menunjukkan mentalitas bagus, mereka mau fight dalam pertandingan ini dari awal sampai akhir, itu yang saya tanamkan dan mereka mulai mengerti apa yang saya inginkan," ucap pelatih 37 tahun itu.

Tidak ketinggalan, Paul sampaikan ia senang karena di come backnya Dendy bisa sumbangkan gol dan bawa Bhayangkara FC memenangkan pertandingan.

"Saya senang karena Dendy bisa cetak gol pertama dibawah pimpinan saya, jadi peluang pertama didapat, langsung ambil dan cetak gol," ucapanya.

Meskipun ia tidak bisa menyembunyikan kekecewaan pada wasit yang memimpin laga ini karena mengesahkan gol Alex Sandar Rakic (64) padahal ia menilai sebelumnya sudah offside.

"Saya sedikit kecewa dengan gol dari Madura karena gol itu offside, tapi mental dari anak-anak bhyangkara bagus, tetep melanjutkan pertandingan sampai kamu mendapat hasil bagus. Bagi saya, mungkin malam kami clean sheet," pungkas mantan pelatih Timnaa Vanuatu itu.

Penulis: Khairul Amin
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved