Berita Malang Raya

Pasca Kebakaran Hutan, TNBTS Masih Tutup Jalur Pendakian Semeru Hingga Akhir Tahun, Ini Alasannya

pasca kebakaran hutan, TNBTS masih menutup pendakian ke Gunung Semeru hingga akhir tahun.

Pasca Kebakaran Hutan, TNBTS Masih Tutup Jalur Pendakian Semeru Hingga Akhir Tahun, Ini Alasannya
surya/hayu yudha prabowo
Pesawat militer terbang dengan latar belakang Gunung Semeru saat difoto dari Kota Malang, Jumat (4/1/2019). 

SURYA.co.id | MALANG - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih menutup pendakian ke Gunung Semeru hingga akhir tahun. Humas TNBTS Syarif Hidayat menerangkan belum dibukanya pendakian disebabkan oleh bencana alam pasca kebakaran hutan.

Bencana alam yang terjadi di antaranya tumbangnya pohon jenis acacia decurent serta tanah longsor di Kemlanding Dowo dan jalur pos tiga menuju pos empat atau arah Ranu Kumbolo.

“Karena itu pendakian ke Semeru masih ditutup sampai pemberitahuan selanjutnya,” tutur Syarif, Sabtu (23/11/2019).

Ia menambahkan sepanjang jalur pendakian Semeru juga berpotensi longsor sebab topografinya berupa jurang dan tebing.

Selain itu, kondisi tanah bekas kebakaran hutan dan kemarau panjang masih belum stabil.

“Belum stabilnya kondisi tanah tersebut akan sangat membahayakan pengunjung apabila sewaktu-waktu terjadi hujan di sekitar lokasi,” imbuhnya.

Syarif mengatakan ada 15 personel dari TNBTS dan relawan Semeru yang bertugas menyurvei mulai dari pintu masuk Pos Ong hingga Kalimati.

Sebagai informasi, jalur pendakian Semeru ditutup sejak gunung tertinggi di pulau jawa itu tebakar pada 17 September 2019. Kebakaran menghanguskan lahan seluas 131 hektare dan berlangsung lebih dari sebulan.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved