Liga 1

Manajer Bhayangkara FC Soroti Performa Wasit Saat Laga Madura United Vs Bhayangkara FC

Manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji menyoroti performa asisten wasit saat laga Madura United Vs Bhayangkara FC

Manajer Bhayangkara FC Soroti Performa Wasit Saat Laga Madura United Vs Bhayangkara FC
sugiharto/surya
Manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji, saat melakukan protes pada wasit di laga Madura United vs Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bangkalan, Jumat (22/11/2019) 

SURYA.co.id | BANGKALAN – Manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji menyoroti performa asisten wasit saat Bhayangkara FC menang 1-2 dari Madura United di Stadion Gelora Bangkalan, Jumat (22/11/2019) tadi malam. Sumardji menilai keputusan asisten wasit pada laga tersebut terlalu mencolok merugikan timnya.

Terutama saat mengesahkan gol penyama kedudukan Alexsandar Rakic menit 64, padahal ia menilai bahwa sebelumnya, striker asal Serbia itu sudah berada di posisi offside. Meski sesaat setelah gol itu Sumardji juga sebagian pemain Bhayangkara FC sempat melakukan protes, akhirnya laga kembali dilanjutkan.

Beruntung, menit 80 Dendy Sulistyawan yang baru masuk akhirnya bisa ciptakan gol penentu kemenangan.

“Tentu ini pelajaran buat semuanya. Saya ingin sepakbola semakin ke belakang itu semakin baik dan semakin enak dilihat, jadi tidak ada protes-protes berlebihan, baik yang dilakukan oleh pemain, official, maupun suporter,” tambah Sumardji.

Ditambahkan Sumarjdi, jika saja hal-hal kurang baik seperti itu dibiarkan terus menerus, maka akan berdampak pada raport buruk sepakbola Indonesia itu sendiri.

Terutama kompetisi Liga 1 2019 yang mulai memasuki final, dimana menyisakan laga 6-7 laga.

“Itu nanti akan berdampak pada pertandingan- sisa berikutnya, ini sangat rawan. Saya konsen sekali terhadap permainan, khususnya terhadap perangkat wasit yang akhir-akhir ini," tegasnya.

Sumardji katakan, ia akan terus menyuarakan ketidakberesan performa wasit tidak hanya saat laga Bhayangkara FC.

"Tim lainpun kalau ada demikian pasti saya akan selalu komen keras. Saya ingin ada perbaikan, bukan untuk klub saya, tapi untuk kebaikan kami semua, saya yakin tentu semuanya menginginkan hal yang sama," ucapnya.

Meski katakan timnya sempat mendapat keputusan kurang tepat dari wasit, ia bersyukur akhirnya Bhayangkara FC keluar sebagai pemenang.

Meskipun kepastian kemenangan itu baru didapat menjelang akhir laga.

"Selalu panas di Belakang, itu memang karakter Bhayangkara, cuma kalau saya melihat situasi ini, tentu ini sangat membanggakan buat tim," ucapnya.

Sumardji akui, melihat proses pergantian pelatih di tengah jalan, pihaknya enggan memasang target tinggi.

Tambahan tiga poin dari laga ini menjadikan Bhyangkara FC naik ke posisi 9 klasemen sementara Liga 1 2019 raihan 38 poin.

"Memang kami merencanakan tahun ini paling tidak finish 6/7 karena pergantian pelatih juga di tengah musim," pungkas Sumardji.

Penulis: Khairul Amin
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved