Berita Mojokerto

KABAR TERBARU Dokter Setubuhi Siswi SMP di Ruang Praktik, Rumah Sepi hingga Polisi Panggil 3 Saksi

Kabar terbaru kasus dokter setubuhi siswi SMP, rumah terlapor yang ada di Mojokerto sepi. Penyidik Polres Mojokerto akan periksa 3 saksi lag

TRIBUNNEWS
Ilustrasi. Kabar terbaru Dokter Setubuhi Siswi SMP di Ruang Praktik, Rumah Sepi hingga Polisi Panggil 3 Saksi 

Awalnya, korban dikenalkan kepada AND oleh temannya.

Wanita yang mengenalkan itu berinisial AN (30) warga Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

"Setelah dikenalkan, korban diajak temannya itu ke tempat praktik terlapor dan diajak masuk.

Di dalam ruangan itu, korban ngobrol dan disuruh buka baju dan aksi persetubuhan itu terjadi," ujar Dewa.

2. Diberi uang Rp 1,5 juta

Setelah melakukan persetubuhan terlarang tersebut, oknum dokter AND memberikan uang kepada korban sebesar Rp 1,5 juta.

Ternyata, uang sebesar itu tidak untuk korban sendirian, melainkan juga dibagikan kepada AN sebesar Rp 500 ribu.

Sehingga, korban hanya mendapatkan bagian Rp 1 juta.

Ketika mengantarkan korban, AN menunggu PL di ruang tamu praktik dokter.

3. Terbongkar karena orang tua curiga

Petugas Unit PPA Polres Mojokerto saat ini masih mengembangkan kasus ini dan sudah melakukan visum terhadap korban.

Kasus ini terbongkar setelah orang tua korban curiga dengan tingkah laku anaknya dan bertanya kepada korban yang mengaku sudah disetubuhi.

Kemudian orang tua korban melapor ke Polres Mojokerto.

Dewa mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap kasus yang menjerat oknum dokter tersebut.

Dalam penyelidikan awal, menurut Dewa, penyidik telah menggali keterangan dari korban beserta ibunya.

"Kami ambil tindakan penyelidikan, kami sudah memeriksa yang bersangkutan, ibu korban dan anak ini," ujar Dewa.

4. Penyidik periksa 3 saksi

Hingga Jumat ini, polisi telah memeriksa 3 orang saksi.

Untuk memperkuat pelaporan korban, polisi akan memeriksa sejumlah saksi.

"Sementara kami sudah meminta keterangan dari 3 orang saksi.

Besok kami akan minta keterangan dari 4 orang saksi," kata Dewa.

Selain memeriksa saksi, polisi juga sedang mengumpulkan sejumlah barang bukti.

Polisi akan melakukan gelar perkara setelah mendapatkan keterangan dan bukti yang cukup.

"Kami akan mengamankan barang bukti dan setelah itu kami akan melakukan gelar perkara untuk perkembangan penyidikan," kata Dewa. 

Siswi SMP di Kota Surabaya korban guru silat

Kasus serupa juga pernah terjadi di Surabaya.

Terungkap sejumlah fakta tentang kasus tak wajar guru silat dan siswi SMP di Surabaya

Fakta-fakta tentang kasus hubungan badan guru silat dan siswi SMP ini terungkap setelah foto korban tersebar hingga diketahui orangtuanya

Dirangkum oleh SURYA.co.id, berikut beberapa fakta tentang kasus guru silat dan siswi SMP di Surabaya

1. Kronologi awal

Awalnya, guru silat bernama Mohammad Aldiansyah (24) itu mengenal korban dari status whatsapp (WA) temannya.

Kemudian dia meminta kontak korban dan mereka saling berbalas chat whatsapp (WA).

Sekitar dua bulan kemudian, barulah mereka kopi darat.

Dia memacari siswi SMP itu dan nekat melakukan perbuatan terlarang dengannya karena diberi iming-iming boneka dan makan bakso.

Mereka melakukannya di sebuah kamar kos harian yang disewa Rp 60 ribu itu berulang kali.

"Dari keterangan tersangka sudah empat kali meniduri korban di kamar kos harian. Pertama saat merayakan ulang tahun korban yang ke-14," ujar Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, Jum'at (27/9/2019).

2. Terungkap dari foto

Kemudian, tersebarlah foto siswi SMP tersebut sedang duduk di kamar kos harian mengenakan pakaian lengkap.

Korban pun malu, dia memberanikan diri menjelaskan foto tersebut kepada orangtuanya.

"Di situ, korban menceritakan bahwa telah berhubungan badan bersama kekasihnya yang berusia 10 tahun lebih tua itu," ungkapnya.

Mendengar pengakuan buah hatinya, kedua orangtua korban langsung lapor ke unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya.

3. Pelaku diamankan

Polisi langsung mengamankan Aldiansyah pada Senin, 23 September 2019.

"Tersangka kami amankan di rumahnya di Benowo, tanpa perlawanan," tegasnya.

Sementara itu, Aldiansyah yang menutupi wajahnya dengan kedua tangannya itu mengaku sudah empat kali berhubungan badan kekasihnya yang masih belia itu.

"Saya iming-imingi dibelikan boneka dan makan bakso," kata dia.

Ruth menandaskan, Aldiansyah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

4. Hukuman pelaku

Dia terancam dijerat dengan UU 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak Pasal 81 tentang Persetubuhan terhadap Anak.

"Ancaman hukuman maksimal penjara 15 tahun," tutup Ruth.

5. Kasus lain

Di kasus lain, pria Sumenep benama Herosi (19) ditangkap polisi karena diduga memaksa seorang siswi SMP.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Senin (1/7/2019) mengatakan, aparat kepolisian telah menangkap Herosi.

Menurut Widiarti, terungkapnya kasus tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka Herosi, Dusun Talang Desa Ketawang laok, Kecamatan Guluk-guluk itu pada perempuan beriniasial EA, (17 tahun kurang 9 bulan) warga asal Desa Kalimo'ok, Kecamatan Kalianget pada hari Kamis, 28 Maret 2019 lalu sekitar pukul 10.00 WIB.

"TKP di dalam kamar rumah tersangka, Herosi dan sekarang sudah ditangkap," kata Widiarti.

Kronologis kejadiannya kata Widiarti, pada hari Rabu 27 Maret 2019 pukul 20.00 WIB lalu, Herosi bermain kerumah EA.

Setelah sampai di rumah korban, tersangka bertemu dengan ibu dan kakak perempuan korban.

"Setelah itu tersangka berpamitan mengajak korban untuk jalan-jalan ke Taman Bunga (TB) sumenep dan orang tuanya mengizinkan keduanya berangkat," paparnya.

Setelah keduanya berangkat dan berboncengan menuju TB alias alun - alun kota Keris tersebut, kedua anak tersebut bertemu dengan teman - teman tersangka dan berfoto-fotoan dengan menggunakan kamera digital merek canon hingga larut malam.

"Kedua anak itu sampai bermalam di TB dan selanjutnya pada hari Kamis tanggal 28 Maret 2019 sekira jam 05.00 WIB, tersangka mengajak gadis yang masih berstatus sekolah SMP itu ke rumah pelaku di Kecamatan Guluk-guluk," katanya.

Rumah tersangka dalam keadaan sepi. Kedua orang tua Herosi tidak ada.

Kata Widiarti, tersangka mengajak korban masuk kedalam kamarnya.

"Setelah sampai dikamar itu korban tertidur karena mengantuk, sebab semalam kurang tidur karena bermalam di TB. Dan selanjutnya sekira pukul 10.00 WIB korban terbangun dan melihat tersangka ada di samping badannya," tambahnya.

Dalam kesempatan itulah kata Widiarti, tersangka melampiaskan libidonya.

Setelah melakukan hubungan sebadan itu katanya, tersangka mengajak korban ke rumah temannya bernama Adi, asal Kecamatan Guluk - Gukuk untuk menitipkan korban.

"Kemudian pada hari sabtunya, tanggal 30 Maret 2019 sekira 08.00 WIB, korban kabur dari rumah temannya itu dan sesampai di TB korban menelpon keluarga untuk dijemput dan setelah itu keluarganya melaporkan kejadian tersebut ke Polres sumenep," ucapnya.

Widiarti menyampaikan, keluarganya melaporkan pada 1 April 2019 lalu, dan Laporan Polisi Nomor : LP/39/lV/2019/JATIM/RES SMP.

Sementara barang bukti dari korban diantaranya baju lengan panjang polos warna hitam, celana jeans warna putih, jaket dari lewis warna biru dongker, BH warna hijau muda, celana dalam warna putih.

"Tersangka dikenakan pasal 81 dan 82 UU RI No 17 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak," tegasnya.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved