Breaking News:

Berita Surabaya

Antusias Nantikan Gaji Sesuai UMK Surabaya 2020 Rp 4,2 Juta, Namun Nasib Gaji GTT Ada di Lembaga Ini

penggajian tenaga GTT/PTT di setiap sekolah tidaklah sama, sehingga tidak bisa mengacu pada besaran UMK Surabaya 2020, tunggu rapat MKKS.

surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Ilustrasi - Aksi seorang GTT di Tulungagung yang menyindir pemerintah tentang gajinya yang rendah. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kenaikan UMK Surabaya 2020 disambut antusias oleh Guru tidak tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Surabaya. Ketua GTT/PTT Koya Surabaya, Eko Mardiono, mengungkapkan pihaknya menyambut antusias kenaikan ini, pasalnya UMK Kota Surabaya tertinggi dibanding daerah lainnya.

Sayangnya, ia khawatir akan ada perbedaan gaji yang diterima antara GTT/PTT untuk jenjang SD/SMP dan GTT/PTT jenjang SMA/SMK.

”Penggajian GTT/PTT SMA/SMK bisa jadi beda dengan jenjang di bawahnya karena tidak mengikuti regulasi di Surabaya. Gaji mereka saat ini saja belum UMK. Banyak yang gaji UMK ini kurang. Sedangkan yang diajar ini anak-anak Surabaya dan mereka pun (yang mengajar) juga orang Surabaya. Tapi gajinya justru tidak sama dengan guru honorer SD dan SMP di Surabaya,” jelasnya.

Eko menerangkan, Pemprov memang menganggarkan insentif bagi guru honorer di Jawa Timur.

Namun, pihaknya menyayangkan dana isentif Rp 750 ribu yang diberikan pemerintah Jawa Timur justru dipotong oleh sekolah.

”Sebetulnya mereka ada insentif kenapa tidak diberikan semua. Tapi masih diminta sekolah. Misalnya jika insentif ini diberikan secara utuh mereka sudah UMK. Jadi kami akan terus perjuangkan hak hak GTT/PTT ini,” ujarnya.

Sementara itu, Salah seorang Kepala SMK negeri yang enggan disebutkan namanya menuturkan jika pihaknya masih menunggu hasil keputusan dari rapat MKKS dalam waktu dekat ini.

Hal itu dilakukan untuk menyamakan persepsi pengganjian GTT/PTT SMK Negeri di Surabaya.

”Ini masih dirapatkan dengan anggota MKKS lainnya. Saya tidak bisa putuskan sendiri besaran (gaji) untuk GTT/PTT di sekolah saya. Kalau naik, semua SMK negeri di Surabaya juga naik,” jelasnya.

Dikatakannya, jika untuk penggajian tenaga GTT/PTT di setiap sekolah tidaklah sama, sehingga tidak bisa mengacu pada besaran UMK di Surabaya.

”Sistem gaji Tidak bisa disamakan. Karena (besaran) gaji GTT/PTT ini dihitung dari jam mengajar. Selama ini pun kami menggaji melalui dana BOS dan BPOPP, sehingga jika ada kenaikan maka masih menunggu hasil keputusan MKKS SMK Surabaya,” pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved