Lingkungan

Sampah di Kota-kota Besar di Sebut dalam Kondisi Darurat, Ini 5 Aspek agar Sukses Kelola Sampah

Pengelolaan sampah di Indonesia perlu dipacu secara cepat dan tepat mengingat volume sampah yang dihasilkan masyarakat di kota-kota besar meningkat pe

surya/samsul hadi
Foto sebuah alat berat sedang beroperasi di tempat pembuangan akhir (TPA). Masalah sampah menjadi krusial dan menjadi masalah, sehingga pengelolaannya harus terus dipacu. 

Yakni menggunakan green energy seperti MRT (Mass Rapid Transport), KRL (Kereta Listrik), LRT (Light Rail Transit), bus listrik atau menggunakan kendaraan yang berbahan bakar green energy seperti mobil listrik dan sepeda listrik.

5 Aspek Sukses Kelola Sampah

Sri Bebassari juga mengingatkan lima aspek yang harus dipenuhi dalam pengelolaan sampah agar berjalan baik dan lancar.

Pertama, adalah aspek hukum. Terkait hal ini, Indonesia sudah memiliki Undang-Undang No 18. Tahun 2018, tentang Pengelolaan Sampah

Kedua, aspek kelembagaan. Dalam hal ini adalah langkah konkret yang diterapkan dalam pelaksanaan undang-undang pengelolaan sampah mulai dari kementerian hingga tingkat RT.

Ketiga, aspek pendanaan. Mengelola sampah memang tidak murah.

Sri mengakui ada biaya yang bisa dihitung berapa rupiah seharusnya APBN dan APBD menganggarkan dana untuk pengelolaan sampah, termasuk biaya yang harus dikeluarkan setiap rumah tangga.

Keempat, aspek sosial budaya. Dalam aspek ini, Sri meminta budaya bersih harus dimulai sejak dini oleh masyarakat.

Kebiasaan membuang sampah sembarangan harus dihilangkan. Untuk mengubah prilaku masyarakat ini, perlu dibuatkan dulu aturannya.

Sedangkan aspek kelima adalah aspek teknologi. Aspek teknologi ini bisa dibagi menjadi teknologi pengelolaan sampah jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

Sri menyebutkan aspek teknologi bisa menghasilkan efek samping yang berdampak pada sektor lainnya. “Efek samping yang ditimbulkan dari kegiataan pengelolaan limbah sampah itu bergantung pada teknologi yang digunakan,” katanya.

Jika mengacu pada peta jalan pengelolaan sampah di ibukota Jakarta periode 2019-2024, ada sejumlah strategi utama dalam menangani masalah sampah di Jakarta.

Strategi utama yang diterapkan itu adalah pengolahan sampah di kawasan mandiri/komersial dan pasar; pembangunan dan pengoperasian TPS 3R, pembangunan dan pengoperasian ITF, pembangunan dan pengoperasian Jakarta Recycling Center.

Selain itu ada juga strategi berupa optimalisasi penggunaan kompos terskala rumah tangga dalam pengurangan sampah dari sumbernya dengan pembinaan dan pengawasan yang komprehensif.

Terkait kegiatan pengelolaan sampah di Jakarta, Sri Bebassari menyatakan kalau kegiatan itu bisa saja dilakukan oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta ataupun pihak swasta.
“
Bisa saja dilakukan oleh Pemda atau Pemda sebagai regulator dan swasta selaku operatornya,” jelasnya.

Yang terpenting baginya, kegiatan pengelolaan sampah itu dilakukan secara transparan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Penulis: Yoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved