Berita Surabaya

Kekayaan Budaya dan Alam Papua dalam Papua Festival 2019 di Tunjungan Plaza 6

Untuk mendekatkan kekayaan budaya dan alam Papua kepada masyarakat, Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya menggelar festival Papua.

surabaya.tribunnews.com/christine ayu nurchayanti
Suasana hari pertama Papua Festival yang berlangsubg di Atrium Tunjungan Plaza 6 Surabaya, Jumat (22/11/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Untuk mendekatkan kekayaan budaya dan alam Papua kepada masyarakat, Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya bersama Tunjungan Plaza Surabaya menggelar Papua Festival 2019.

Papua Festival 2019 merupakan gelaran yang memamerkan kekayaan tanah Papua. Mulai dari keindahan alam hingga warisan kebudayaan.

Beberapa karya foto, misalnya, memotret eksotika sumber daya alam yang ada di Papua. Mulai dari keindahan bawah laut, hijaunya pemandangan, hingga potret tradisi yang sampai sekarang masih dijalankan.

Ada pula aneka produk kerajinan tangan dari wilayah paling timur Indonesia itu. Seperti pakaian adat koteka, tas tradisional noken, dan beragam ukiran, lukisan, serta karya seni lainnya.

Tak hanya itu, juga terdapat kuliner khas Papua, papeda. Disajikan dengan ikan yang dibumbui kunyit, masakan ini menjadi satu yang tak bisa lepas dari masyarakat Papua.

Di samping beragam produk yang dipamerkan, Papua Festival juga menghadirkan sejumlah penampilan hiburan, di antaranya yaitu live music dan tari tradisional Papua.

Peter Frans Rumaseb, Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya menyampaikan, melalui Papua Festival 2019, pihaknya berharap dapat mendekatkan tradisi Papua kepada masyarakat, khususnya arek-arek Suroboyo.

"Melalui festival ini, kami berharap masyarakat akan mengetahui lebih banyak mengenai tradisi khas Papua. Tradisi ini merupakan bagian dari kita, kultur Indonesia," kata Peter padachari pembukaan Papua Festival, (2/11).

Papua Festival ini juga diharapkan mampu sebagai wadah untuk merekatkan masyarakat Surabaya dan Papua.

"Kalau sudah lebih mengetahui, akhirnya kita semakin dekat sehingga tidak ada lagi pemisah. Kita sama-sama anak bangsa, sama-sama anak kandung Kbu Pertiwi. Kami buat acara ini supaya masyarakat tahu, ini bagian dari budaya kita," papar Peter.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved