Berita Jember

Festival HAM di Jember: Peristiwa Isu Santet di Jatim pada 1998 termasuk Pelanggaran HAM Berat

Peristiwa santet tahun 1998 - 1999 di Jawa Timur termasuk kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang kini diproses oleh Komnas HAM.

Festival HAM di Jember: Peristiwa Isu Santet di Jatim pada 1998 termasuk Pelanggaran HAM Berat
surya.co.id/sri wahyunik
Komisioner Komnas HAM M Choirul Anam 

Surya.co.id | JEMBER - Peristiwa santet tahun 1998 - 1999 di Jawa Timur termasuk kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang saat ini sedang diproses oleh Komnas HAM.

Komisioner Komnas HAM M Choirul Anam mengatakan peristiwa santet itu merupakan pelanggaran HAM berat.

Peristiwa yang terjadi di rentang tahun 1998 dan 1999 itu terjadi di hampir semua daerah di Jawa Timur. Namun dalam penanganannya, Komnas HAM mengambil Jember, Banyuwangi dan Malang sebagai tempat penyelidikan kasus.

"Komnas HAM menyebut peristiwa santet 1998 - 1999 berstatus pelanggaran HAM berat. Berkas sudah kami kirimkan ke Jaksa Agung tahun 2018 lalu," ujar Choirul Anam di sela-sela kegiatan Festival HAM di Jember, Kamis (21/11/2019).

Komnas HAM memakai lokasi Jember, Banyuwangi, dan Malang Raya sebagai tempat pengambilan data karena di tiga daerah ini, rantai peristiwa itu masih terang benderang.

"Jadi jika penyidik mengembalikan dokumen yang kami kirimkan dengan alasan kurang bukti, tidak ada bukti, maka silahkan tanya orang Jember terkait peristiwa itu. Pasti jawabnya ada pembunuhan tersebut. Terlihat kasat mata siapa yang melakukan," tegas Anam.

"Karena isu ninja, yang kemudia mengejar orang gila, berlanjut pada apa yang disebut dukun santet itu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang terlatih dan dilakukan secara sistematis. Jika disebutkan kurang bukti, maka itu lagu lama," imbuhnya.

Peristiwa santet tahun 1998 - 1999 termasuk dalam 11 kasus pelanggaran HAM yang masih berada di jaksa agung.

Ke-11 kasus itu adalah peristiwa 1965 - 1966, peristiwa Petrus 1982 - 1998, Talangsari tahun 1989, Trisakti dan Semanggi I dan II (1998 - 1999), Peristiwa Mei 1998, penghilangan orang secara paksa (1997 - 1998), peristiwa Wasior dan Wamena (2001 - 2003), Aceh - Jambo Keupok (2003), Aceh - Simpang KKA (1998), Aceh Rumah Geudong (1989 - 1998), dan peristiwa santet (1998 - 1999).

Dalam peristiwa santet di Jember, Komnas HAM telah mengumpulkan data dan meminta keterangan dari sejumlah pihak, seperti kiai di beberapa tempat di Kabupaten Jember.

Peristiwa santet merupakan sebutan untuk peristiwa pembunuhan yang terjadi pada warga sipil di rentang waktu tahun 1998 - 1999.

Informasi awal, peristiwa berdarah ini menyasar kepada mereka yang disebut dukun santet. Mereka yang disebut membunuh adalah ninja.

Peristiwa berdarah ini terjadi antara lain di Kabupaten Banyuwangi, Jember, juga Kabupaten Malang.

Temuan dari tim pencari fakta, mereka yang dibunuh adalah warga sipil seperti guru ngaji, bahkan aparat RT dan RW.

Hingga saat ini belum ada penyelesaian kasus tersebut. Komnas HAM menyebut peristiwa itu sebuah pelanggaran HAM berat.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved