APBD Jatim 2020 Diputuskan Sebesar 35,1 Triliun. Kesehatan dan Pendidikan Jadi Prioritas

APBD Jatim 2020 akhirnya ditetapkan sebesar Rp35,1 triliun. Angka ini ditetapkan sebulan setelah Gubernur Khofifah menyampaikan nota keuangan

APBD Jatim 2020 Diputuskan Sebesar 35,1 Triliun. Kesehatan dan Pendidikan Jadi Prioritas
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
DPRD Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akhirnya memutuskan APBD Jatim tahun 2020 melalui rapat paripurna DPRD Jatim, Jumat (22/11/2019). Pada tahun depan, APBD Jatim mencapai Rp35,1 triliun atau meningkat dibandingkan 2019 (Rp33,41 triliun). 

SURYA.co.id | SURABAYA - DPRD Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akhirnya memutuskan APBD Jatim tahun 2020 melalui rapat paripurna DPRD Jatim, Jumat (22/11/2019).

APBD Jatim 2020 ditetapkan Rp35,1 triliun atau meningkat dibandingkan 2019 (Rp33,41 triliun).

Pembahasan APBD Jatim pada 2020 cenderung berjalan mudah.

APBD Jatim 2020 ditetapkan hanya 1 bulan sejak nota keuangan disampaikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa pada 25 Oktober lalu. Sekalipun demikian, ada sejumlah catatan DPRD yang akhirnya mengubah beberapa target di 2020.

Di antaranya, target pendapatan daerah di 2020. Dari yang awalnya ditargetkan sebesar Rp32,264 triliun menjadi 33,028 triliun. Sementara untuk belanja daerah mencapai Rp35,196 triliun yang diprioritaskan pada kesehatan dan pendidikan.

Adanya defisit sebesar Rp2,1 triliun rencananya akan didapatkan dari besaran Silpa tahun sebelumnya. Silpa tersebut terlebih dahulu akan dikurangi pembayaran pokok hutan atas pinjaman RSUD milik Pemprov Jatim.

Sekalipun telah disetujui, sejumlah Fraksi meminta komitmen Gubernur atas sejumlah program. Di antaranya, Fraksi Gerindra yang menyorot besarnya dana pendidikan yang mencapai Rp7,1 triliun (21 persen dari APBD).

"Anggaran pendidikan cukup fantastis. Namun, mampukah mendongkrak perkembangan dan mutu pendidikan kita?" kata Rohani Siswanto, juru bicara Fraksi Gerindra DPRD Jatim.

Rohani lantas mengutip penjelasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim tentang sejumlah tantangan pendidikan kedepan. Di antaranya, pembelajaran dan ketrampilan yang diajarkan dalam kelas ternyata belum berkolasi dengan kebutuhan dunia kerja.

Juga, kurikulum saat ini dinilai belum tersampaikan ke siswa. Menurutnya, salah satu solusinya adalah dengan teknologi.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved