Berita Gresik

Dewan Sebut Ada Fenomena 'Aneh'; Kemiskinan Tinggi Padahal Banyak Pabrik. Ini Respon Pemkab Gresik

Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyebut ada fenomena aneh di Kota Pudak, yakni angka kemiskinan tinggi padahal perusahaan banyak

Dewan Sebut Ada Fenomena 'Aneh'; Kemiskinan Tinggi Padahal Banyak Pabrik. Ini Respon Pemkab Gresik
Kompas.com
Ilustrasi pabrik perusahaan 

SURYA.co.id | GRESIK – Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyebut ada fenomena aneh di Kota Pudak, yakni angka kemiskinan tinggi padahal perusahaan banyak. Apalagi angka tersebut lebih tinggi dibanding angka kemiskinan Jatim.

"Angka kemiskinan Gresik masih di atas 9 persen, lebih tinggi dari Jatim," kata Fandi, Kamis (21/11/2019).

Pria yang kerap disapa Gus Yani itu berharap Pemkab Gresik bisa menemukan formula untuk menekan angka kemiskinan di Gresik. Apalagi, banyak perusahaan yang berdiri di Kota Pudak termasuk perusahaan plat merah.

"Pemkab Gresik harus lebih serius untuk menangani kemiskinan, apalagi perusahaan di sini banyak," tegas politisi PKB tersebut.

Namun, Dinas Sosial (Dinsos) Gresik menyatakan sebaliknya.

Kepala Dinsos Gresik, Sentot Supriyohadi, menyebut angka kemiskinan di Gresik berangsur-angsur turun.

Pada 2014 lalu tercatat angka kemiskinan mencapai 13,41 persen.

Data terakhir menunjukkan angka kemiskinan mencapai 11,89 persen.

"Angka kemiskinan trennya menurun dan kami pun sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kemiskinan, yaitu Bansos di bidang pendidikan, kesehatan hingga rumah layak huni," kilah Sentot.

Selain itu upaya lain yang dilakukan adalah memperbaiki basis data, penguatan fungsi pendamping keluarga harapan (PKH).

"Kami juga membentuk pusat kesejahteraaan sosial,” ungkapnya.

Menurutnya, tingginya angka kemiskinan itu juga disebabkan meningkatnya garis kemiskinan.

"Jika pada 2014 sebesar Rp 348.888 per kapita per bulan, pada tahun 2017 menunjukan angka Rp 414.261 per kapita per bulan," pungkasnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved