Cerita Bhuju Bejregunah Dirikan Tiang Masjid Agung Bangkalan, Awalnya Tak Ada yang Bisa

Cerita Bhuju Bejregunah Dirikan Tiang Masjid Agung Bangkalan, Awalnya Tak Ada yang Bisa

Cerita Bhuju Bejregunah Dirikan Tiang Masjid Agung Bangkalan, Awalnya Tak Ada yang Bisa
Citizen Reporter/Ike Widya Ningrum
Cerita Bhuju Bejregunah Dirikan Tiang Masjid Agung Bangkalan, Awalnya Tak Ada yang Bisa 

SURYA.co.id - Bhuju’ didefinisikan sebagai ketua pada zaman dulu yang semasa hidupnya dianggap memiliki kesaktian atau kelebihan dan berjasa terhadap perkembangan masyarakat.

Ketika meninggal makamnya kemudian dikeramatkan. Di Madura ada banyak bhuju’, baik di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, ataupun Sumenep.

Begitu juga dengan Bhuju’ Bejregunah (Kiai Syaifuddin Hidayatullah) yang terletak di Kampung Barat Tambak, Kelurahan Pejagan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan.

Pada mata kuliah Madurese Studies Sastra Inggris Universitas Trunojoyo Madura, setiap mahasiswa ditugaskan untuk mencari informasi tentang bhuju’ yang berada di Madura.

Salah satu yang ditemui adalah Muhammad Arifin, juru kunci Bhuju’ Bejregunah.

Ia berbagi cerita tentang Bhuju’ Bejregunah dan peninggalan bhuju’ yang masih ada sampai sekarang. Kiai Syaifuddin Hidayatullah yang disebut Mbah Bhuju’ merupakan musafir dari Arab.

Ia diutus bertemu dengan Sultan Abdul Kadirun di pendopo untuk mendirikan tiang di Masjid Agung Bangkalan.

Itu karena menurut laporan tukang-tukang di masjid ada yang aneh dari tiang-tiang itu dan tidak ada yang bisa mendirikannya.

Mbah Bhuju’ minta tolong kepada istrinya untuk mengambilkan segelas air dengan bunga dan tikar.

Air berarti ilmu. Bunga baunya harum. Dupa dibakar, lampu dimatikan, dan sorot lampu dinyalakan dengan mulut.

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved