Inspirasi Usaha

Begini Perjuangan Galuh Sukma, Owner Jagung Nyumi, Kenalkan Produknya ke Warga Surabaya

Membuka usaha kuliner dengan kreasi baru, menurut Sukma memiliki keuntungan dan kekurangan tersendiri.

Begini Perjuangan Galuh Sukma, Owner Jagung Nyumi, Kenalkan Produknya ke Warga Surabaya
Hefty's Suud/TribunJatim.com
Galuh Sukma, owner Jagung Nyumi Surabaya, pelopor jagung mozarela di Indonesia. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jagung susu keju merupakan salah satu jajanan yang banyak dijual. Namun, apabila ingin menjajal jagung dengan keju mozarela atau bahasa bekennya jagung molor, pelopornya adalah Jagung Nyumi asal Surabaya.

Owner Jagung Nyumi, Galuh Sukma, mengaku pertama kali ia membuka usahanya pada 2017 silam. Saat itu belum ada yang menyajikan jagung mozarela dan orang masih familiar dengan jagung susu keju.

Membuka usaha kuliner dengan kreasi baru, menurut Sukma memiliki keuntungan dan kekurangan tersendiri. Keuntungannya, produk yang dijual menjadi unik, sebab berbeda dari produk camilan jagung yang sudah ada. 

"Tapi di awal-awal buka itu terus terang masih sepi. Saya sudah coba untuk mengenalkan produk jagung mozarela ini melalui instagram juga. Ini yang jadi kekurangannya, orang belum familier dan kita sendiri yang harus meyakinkan orang untuk mencoba produk kita," kenang Sukma.

Tak kehabisan akal, untuk mengenalkan Jagung Nyumi, ia lalu bekerjasama dengan seorang foodies asal Surabaya, Kokobuncit.

Hasil dari kerjasamanya itu, diungkap Sukma sangat medorong jumlah penjualannya.

"Karena awal mulai usaha ini saya lakukan online, belum ada booth ya, jadi saya bikin jagung mozarelanya, lalu saya antar sendiri produknya ke foodies yang saya ajak kerja sama itu," papar perempuan 28 tahun itu.

Beberapa minggu melakukan penjualan secara online, Sukma lalu memutuskan untuk membuka booth.

Untuk meminimalisir pengeluaran, ia membeli booth bekas, lalu dimodifikasi oleh sang suami, Anda Harimas.

"Nah setelah ada booth ini, saya mulai undang foodies yang bekerjasama dengan saya ini. Tidak hanya untuk mengulas menu saya, tapi juga menginformasikan lokasi saya berjualan," jelas Sukma.

Sang suami, lanjut Sukma, juga membantu desain packaging dan branding dari usaha yang dimulai karena hobi mengonsumsi jagung susu itu juga.

Dalam menjalankan usaha kuliner, menurut Sukma, promosi, kualitas produk dan tampilan kemasannya harus selaras.

"Jika hanya fokus melakukan promosi, orang mungkin akan datang sekali karena penasaran, lalu tidak akan kembali lagi. Yang penting tetap pada kualitas produknya," pungkasnya.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

Penulis: Hefty's Suud
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved