Berita Surabaya

Anggota Banser Ngawi Jalan Kaki 200 Km Demi Sampaikan Amanah Ibu ke Khofifah, Besok Sampai Grahadi

Seorang anggota Banser Ngawi, Amas Ayudianto, nekat jalan kaki dari untuk bertemu Gubernur Khofifah demi menyampaikan amanah ibunya

Anggota Banser Ngawi Jalan Kaki 200 Km Demi Sampaikan Amanah Ibu ke Khofifah, Besok Sampai Grahadi
istimewa
Anggota Banser asal Ngawi, Amas Ayudianto, berjalan kaki dari Ngawi hingga Surabaya untuk bertemu Gubernur Khofifah Indar Parawansa demi menyampaikan amanah ibunya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Seorang anggota Banser Ngawi, Amas Ayudianto, nekat jalan kaki dari Jalan Gubernur Suryo Ngawi menuju Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo Surabaya. Aksi tersebut ia lakukan demi bisa bertemu dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU.

Amas ingin menyampaikan pesan dari ibunya yang merupakan anggota Muslimat Ranting Bangunrejo Kidul, Kedunggalar, Kabupaten Ngawi.

"Saya ini dapat amanah dari ibu untuk disampaikan langsung kepada Ibu Khofifah sebagai Ibunya Muslimat NU sekaligus Ibunya warga Jawa Timur. Karena saya tidak punya uang, maka saya putuskan berjalan kaki dari Ngawi menuju Surabaya," kata Amas yang merupakan anggota Satkoryon Banser Kedunggalar, Ngawi itu Kamis (21/11/2019).

Selain alasan biaya, ia memutuskan berjalan kaki dari Ngawi menuju Surabaya adalah sebagai bagian syiar sebagai kader NU dan melakukan dakwah dengan membawa bendera Merah Putih dan bendera NU.

Sepanjang perjalanan dari Ngawi menuju Surabaya, masyarakat yang ia lalui selalu menyambut hangat.

Beberapa kali Amas menerima bekal makanan dan minuman selama perjalanan, bahkan di Jombang ada warga yang dengan sukarela memijat dirinya.

Amas yang berjalan mulai Senin (18/11/2019) pagi kini sudah mencapai Kota Mojokerto pada Kamis (21/11) pagi.

Diprediksi, paling lambat Jumat (22/11) pagi, ia sudah sampai di Gedung Negara Grahadi yang merupakan tujuan akhirnya.

Dalam perjalanan yang menempuh jarak sekitar 200 KM itu, Amas memilih banyak berjalan malam hari hingga Subuh.

Sementara pagi hingga siang hari ia gunakan untuk beristirahat.

Ia kembali berjalan pada sore hari ketika matahari mulai ke arah Barat.

"Kiai saya menyarankan agar saya berjalan kaki di malam hari. Karena saat malam itu cuacanya adem dan tidak terganggu dengan padatnya lalu lintas. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada kendala, hanya kaki saja yang lecet," pungkasnya.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved