Berita Tulungagung

Akibat Kemarau Panjang di Tulungagung, Lahan Puso Meluas hingga 20 Hektare Sawah

Kemarau panjang 2019 mengakibatkan kekeringan di awal musim tanam kedua, pada lahan seluas 247 hektare di Tulungagung.

surya.co.id/david yohanes
Kondisi sawah di Kecamatan Kota Tulungagung yang kering selama kemarau panjang. 

SURYA.CO.ID | TULUNGAGUNG - Kemarau panjang 2019 mengakibatkan kekeringan di awal musim tanam kedua, pada lahan seluas 247 hektare di Tulungagung.

Dari jumlah itu, 20 hektare di antaranya dinyatakan puso alias gagal panen

Lahan padi yang mengalami puso berada di wilayah Kecamatan Pagerwojo.

“Area yang puso itu perhitungan akhir September hingga saat ini,” Koordinator Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan Dinas Pertanian Tulungagung, Gatot Rahayu.

Sebelumnya di masa tanam April-September, telah terjadi puso seluas 31 hektar, dari 125 hektar lahan yang kekeringan.

Sehingga jika diakumilasi, total area pertanian yang puso seluas 51 hektar.

Menurut Gatot, pemicu puso ini salah satunya perilaku petani yang tidak mau mengikuti saran petugas penyuluh di lapangan.

“Misalnya sudah diperingatkan air sangat minim, kami sarankan untuk beralih ke tanaman palawija. Tapi tetap ngotot menanam padi,” terang Gatot, kamis (21/11/2019).

Sikap petani itu salah satunya karena status lahan yang berupa lahan sewa.

Harapannya dengan menanam padi, mereka lekas balik modal atau mendapat keuntungan.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved