Berita Tuban

Kakek 81 Tahun Pilih Catatkan Pernikahannya Bertepatan di Hari Jadi Ke-726 Kabupaten Tuban

"Senang bisa ikut nikah massal," kata Nur Damuri seusai ijab qabuldi Pendopo Kridha Manunggal, Kabupaten Tuban, Rabu (20/11/2019).

Kakek 81 Tahun Pilih Catatkan Pernikahannya Bertepatan di Hari Jadi Ke-726 Kabupaten Tuban
surya.co.id/m surdarsono
Pernikahan Nur Damuri (81) dan Mulyaningsih (63) bersama 19 pasangan lainnya dalam rangka Hari Jadi Ke-726 Kabupaten Tuban, Rabu (20/11/2019). 

SURYA.co.id | TUBAN - Raut muka bahagia Nur Damuri (81) dan Mulyaningsih (63) tak dapat disembunyikan.

Kebahagiaan mereka seolah pecah saat ijab qabul dibacakan mempelai di hadapan penghulu dan saksi.

Sontak momen pernikahan massal yang diikuti pria dan perempuan berusia setengah abad lebih asal Desa Jetis, Kecamatan Kenduruan, itu menjadi langkah awal bagi keduanya dalam membangun rumah tangga yang sah.

Sebab, diketahui keduanya sudah bertahun-tahun tinggal serumah dalam status nikah siri.

"Senang bisa ikut nikah massal," kata Nur Damuri seusai ijab qabul kepada wartawan di Pendopo Kridha Manunggal, Rabu (20/11/2019).

Dia menjelaskan, selama tiga tahun lalu dia telah melakukan nikah siri dengan kekasihnya tersebut dan tinggal dalam satu rumah.

Pihak pemerintah memberitahukan jika ada program nikah massal dalam rangka HUT ke-726 Pemkab Tuban, dia pun mengikutinya bersama sejumlah pasangan lainnya.

"Ya saya ikuti nikah massal ini agar pernikahan saya halal secara agama dan hukum negara," ujarnya sambil senyum terkekeh.

Ditambahkannya, pernikahannya dengan belahan hatinya itu bukan yang pertama, melainkan sudah yang kedua.

Sebab, pernikahannya dengan istri yang pertama menghasilkan lima orang anak.

"Istri saya yang pertama meninggal, lalu saya nikah lagi," pungkasnya didampingi istrinya.

Sementara itu, Bupati Tuban H. Fathul Huda menyampaikan, jika pemerintah mempunyai tanggung jawab pada rakyatnya.

Apabila mereka melakukan perbuatan sesuatu yang tidak sesuai dengan Syariat dan Undang-undang, maka harus diselesaikan atau diluruskan.

"Para pengantin ini menikah tidak sesuai dengan aturan negara karena tidak mempunyai biaya. Pemkab harus ikut membantunya, seperti mengadakan nikah massal yang diikuti 20 pasangan ini," ungkap Bupati Tuban.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved