Berita Lamongan

KABAR Terbaru Kades Cantik Angely Emitasari, Begini Kondisi Desa di Lamongan Setelah Dipimpinnya

Berikut Kabar Terbaru Kades Cantik Angely Emitasari, Begini Kondisi Desa di Lamongan Setelah Dipimpin Sang Biduan

KABAR Terbaru Kades Cantik Angely Emitasari, Begini Kondisi Desa di Lamongan Setelah Dipimpinnya
Kolase SURYA.co.id/Hanif Manshuri
KABAR Terbaru Kades Cantik Angely Emitasari, Begini Kondisi Desa di Lamongan Setelah Dipimpinnya 

SURYA.co.id - Berikut kabar terbaru Angely Emitasari, biduanita cantik yang terpilih menjadi kepala Desa Kedungkumpul Lamongan

Kondisi terkini Desa Kedungkumpul pun mengalami kemajuan setelah Angely Emitasari memimpin

Salah satunya adalah Desa Kedungdumpul ditunjuk oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lamongan menjadi obyek pilot project.

Ternyata Ketua Bawaslu Kabupaten Lamongan, Miftahul Badar mencanakan Desa Kedungkumpul sebagai desa pengawasan dan desa anti politik uang.

Menurutnya, selain Desa Kedungkumpul, mereka juga menjadikan 5 desa lainnya di Lamongan sebagai pilot project desa pengawasan dan desa anti politik uang.

Pertemuan Bawaslukab dengan Kades Kedungkumpul Sukorame, Angely Emitasari saat pencanangan Desa Pengawasan dan Desa Anti Politik Uang, Rabu (20/11/2019).
Pertemuan Bawaslukab dengan Kades Kedungkumpul Sukorame, Angely Emitasari saat pencanangan Desa Pengawasan dan Desa Anti Politik Uang, Rabu (20/11/2019). (SURYA.co.id/Hanif Manshuri)

Ke 5 desa tersebut, jelas Badar, di antaranya adalah Desa Balun Kecamatan Turi, Desa Besur di Kecamatan Sekaran, Desa Dukuhagung di Kecamatan Tikung, Desa Bakalrejo Kecamatan Sugio dan Desa Parengan Kecamatan Maduraan.

"Desa yang dicanangkan sebagai Desa Anti Money Politic menjadi mitra Bawaslu untuk melakukan pengawasan Pemilu dan mereka ini menjadi desa yang bersedia menjadi mitra Bawaslu dalam konteks pemberantasan money politic," terang Badar.

Ia juga mengungkapkan, langkah pembentukan desa pengawasan dan desa anti politik uang ini sebagai langkah pendidikan politik pada masyarakat.

Selain itu, tambah Badar, sosialisasi partisipatif desa anti money politics ini juga sebagai upaya mengajak masyarakat agar sadar akan bahaya politik uang yang bisa merusak tatanan demokrasi.

"Alasan Bawaslukab memilih desa-desa tersebut karena ada beberapa aspek yang bisa dipenuhi oleh desa-desa tersebut," ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved