Berita Sidoarjo

Istri Umar Patek Sah Jadi WNI, Permohonannya ke Pemerintah Sejak Tahun 2011

Istri narapidana teroris (napiter) Hisyam Bin Alizen alias Umar Patek itu mengajukan permohonan menjadi warga negara Indonesia (WNI) sejak tahun 2011.

Istri Umar Patek Sah Jadi WNI, Permohonannya ke Pemerintah Sejak Tahun 2011
surya.co.id/m taufik
Umar Patek dan istri usai menerima SK kewarganegaraan dari Kepala BNPT di Lapas Kelas I Surabaya di Porong Sidoarjo 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Proses kepindahan kewarganegaraan Ruqayyah binti Husein Luceno atau Gina Gutierez Luceno membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar delapan tahun.

Istri narapidana teroris (napiter) Hisyam Bin Alizen alias Umar Patek itu mengajukan permohonan menjadi warga negara Indonesia (WNI) sejak tahun 2011.

Sebelumnya, perempuan bercadar tersebut merupakan warga Filipina.

"Setelah melalui proses panjang, akhirnya permohonan itu bisa dikabulkan," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius saat di Lapas kelas 1 Surabaya di Porong Sidoarjo, Rabu (20/11/2019).

Proses panjang itu diantaranya melakukan kajian dan berbagai pertimbangan.

Bahkan, proses ini juga melibatkan semua kementerian yang terkait. Termasuk dengan BIN, Densus 88, kejaksaan dan beberapa institusi lain.

"Sekitar 2,5 tahun lalu saya ketemu Umar Patek dan ditanya tentang pengajuan ini. Kemudian saya bentuk tim khusus untuk melakukan kajian," urai Suhardi Alius.

Dari berbagai proses itu, akhirnya Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia menerbitkan surat bernomor M.HH-16.AH.10.01 THN 2019 tentang Kewarganegaraan Repulik Indonesia Atas Nama Gina Gutierez Luceno.

Istri napiter yang selama ini tinggal di dekat Lapas di Desa Kebonagung, Kecamatan Porong, Sidoarjo itupun resmi menjadi WNI.

"Kami berharap Umar Patek dan istri agar menjaga kepercayaan ini. Termasuk membuktikannya dengan sikap sehari-hari, benar-benar cinta Indonesia," tukasnya.

Umar Patek adalah napi teroris yang divonis hukuman penjara selama 20 tahun.

Diperkirakan, dia akan bebas dari penjara pada tahun 2031 mendatang.

Namun jika dirinya terus bersikap baik dan bisa sering dapat remisi, hukumannya pun bakal lebih singkat.

"Selama tiga tahun terakhir sudah sekitar 10 bulan dapat remisi. Termasuk remisi khusus dan sebagainya," jawab Umar Patek usai menerima SK kewarganegaraan istrinya.

Penulis: M Taufik
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved