Berita Surabaya

IKA Lemhamnas Komisariat Jatim Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis, Ini Tujuannya

Baksos operasi bibir sumbing gratis digelar oleh Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) Komisariat Provinsi Jatim

ahmad zaimul haq/surya
Sebanyak 20 pasien operasi bibir sumbing yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhamnas) di RS PHC, Rabu, (20/11/2019) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Keluarga Khalifia Afril, asal Tambaksari senang memiliki harapan baru untuk kesembuhan putrinya yang menderita bibir sumbing. Bocah 7 tahun ini tak punya bibir atas sejak lahir. 

Selain Khalifia, ada 19 bocah yang menderita kelainan bibir sumbing lain yang diantar orangtuanya ke RS PHC Surabaya, Rabu (20/11/2019). Mereka berhak atas operasi bibir sumbing gratis. Kalau operasi sendiri bisa menelan biaya paling murah Rp 12 juta. 

Warga Surabaya dan sekitarnya berhak mengikuti Program baksos Operasi Bibir Sumbing gratis. Baksos ini digelar oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Lemhanas Komisariat Provinsi Jatim. Sebelum dilakukan operasi, mereka akan lebih dulu dilakukan observasi awal.  Hanya Diperlukan waktu sekitar lima hari untuk mengembalikan kondisi bibir pasien mendekati normal.

"Termasuk keluarga Afril tadi, juga akan dipasang gigi agar terlihat normal kembali," ungkap Direktur RS PHC Agus Achmadi. 

Lutviani, ibunda Afril tak sabar ingin melihat bibir sumbing putrinya yang sudah berusia 7 tahun itu kembali mendekati normal.

Dia menuturkan kondisi bibir sumbing putrinya sejak lahir.

"Alhamdililah, anak saya mudah-mudahan lancar operasinya," kata Lutviani.

Dia menuturkan bahwa pihaknya didatangi petugas kelurahan dan memberi tahu ada Program operasi bibir sumbing gratis.

Saat itu, orang tua Afril yang bekerja sebagai tukang bengkel las senang karena ada harapan baru untuk putra pertamanya itu. 

Ketua IKA Lemhamnas Komisariat Jatim Rachmat Harsono menuturkan bahwa pihaknya memberikan perhatian khusus pada penderita bibir sumbing.

"Kalau katarak sudah banyak yang perhatian. Tapi bibir sumbing, terutama pada anak perlu mendapat perhatian khusus," kata Rachmat.

Sasaran baksos operasi bibir sumbing adalah penderita usia anak karena mereka dinilai masih punya masa depan.

"Generasi mendatang bergantung generasi anak saat ini," pungkasnya.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved