Berita Surabaya

Senada dengan Mendagri Tito, PKB Jatim Akui Mahalnya Biaya Pilkada

PKB Jawa Timur berpendapat senada dengan Mendagri Tito Karnavian terkait isu evaluasi penyelenggaraan pilkada secara langsung.

Senada dengan Mendagri Tito, PKB Jatim Akui Mahalnya Biaya Pilkada
SURYA.co.id/Bobby Constantine Koloway
Wakil Sekretaris Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jatim Fauzan Fuadi (paling kanan) dalam sebuah acara. PKB Jatim berpendapat sama dengan Mendagri Tito Karnavian terkait isu evaluasi pilkada langsung. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PKB Jawa Timur berpendapat senada dengan Mendagri Tito Karnavian terkait isu evaluasi penyelenggaraan pilkada secara langsung.

Di beberapa daerah, pilkada secara langsung bukan hanya membuat mahal biaya politik, namun juga memberikan beberapa efek turunan lainnya.

"Evaluasi itu bukan sekadar karena biaya yang tinggi. Namun, beberapa hal lain," ujar Wakil Sekretaris DPW PKB Jawa Timur, Fauzan Fuadi, Selasa (19/11/2019).

Sebagai pihak yang sering berkecimpung sebagai tim pemenangan di pilkada, ia tak memungkiri tingginya biaya politik selama gelaran pilkada.

"Para calon harus mengeluarkan biaya yang memang tak sedikit. Paling terlihat, misalnya, untuk sosialisasi," katanya.

Terkait dengan biaya politik, Fauzan mengungkapkan istilah yang sering disebut para calon harus memiliki "Tiga Tas", yakni popularitas, elektabilitas, dan isi Tas (uang).

Terkait dengan popularitas, para calon harus berusaha bersosialisasi dengan masyarakat.

"Untuk biaya pasang gambar (baliho), langganan iklan, hingga mengumpulkan orang (timses) memang tak gratis. Tak mungkin rasanya menaikkan popularitas dengan modal seadanya," kata anggota Fraksi PKB DPRD Jatim ini.

Bagi calon yang tak melakukan sosialisasi, bukan berarti tidak mengeluarkan modal sama sekali untuk meningkatkan popularitas sekaligus elektabilitas.

"Justru, bagi yang popularitasnya masih jatuh atau tidak percaya diri, biasanya malah berpotensi membuat money politics (serangan fajar). Biayanya bisa lebih besar dibandingkan pasang gambar (baliho) itu sendiri," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved