Berita Surabaya

Lewat ‘Where is My Cow?’ Aditya Saputra Gabungkan Mitos Legendaris dan Tanggung Jawab Anak

Aditya Saputra merupakan satu di antara filmaker yang karyanya diputar di Festival Proyeksi 2019.

Lewat ‘Where is My Cow?’ Aditya Saputra Gabungkan Mitos Legendaris dan Tanggung Jawab Anak
surya.co.id/akira tandika
Anak-anak Yayasan Don Bosco Surabaya foto bersama panitia Festival Proyeksi 2019 dan filmaker, Sabtu (16/11/2019).  

SURYA.co.id | SurabayaAditya Saputra merupakan satu di antara filmaker yang karyanya diputar di Festival Proyeksi 2019.

Karya berjudul ‘Where is My Cow?’ ini diputar dalam Program Penayangan Khusus Festival Proyeksi 2019 di Yayasan Don Bosco, Sabtu (16/11/2019).

Dalam Program Penayangan Khusus, Festival Produksi 2019 mengambil tema tentang tanggung jawab serta masalah yang dimilik anak-anak.

Melalui film ‘Where is My Cow?’ Aditya Saputra menyampaikan pesan tersebut secara gamblang dan mudah dipahami.

Namun, tak hanya soal tanggung jawab, ternyata Aditya Saputra juga mengangkat mitos legendaris di daerah Rammang Rammang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Aditya menceritakan, di daerah tempat ia melakukan produksi untuk film ‘Where is My Cow?’ terdapat mitos yang dipercaya masyarakat sejak 100 tahun lalu.

“Jadi di sana (re: Maros), terdapat hutan batu terbesar kedua setelah di Thailand. Batu-batu tersebut oleh masyarakat dipercaya adalah benda yang hidup. Batu itu dapat menjaga hewan peliharaan warga,” terang Aditya.

‘Where is My Cow?’ bercerita tentang seorang anak yang diminta oleh bapaknya untuk menjaga seekor sapi peliharaan mereka.

Tapi saat pelaksanaannya, dia justru tak bertanggung jawab atas perintah bapaknya lantaran sempat ditinggal bermain layangan.

Saat ditinggal, sapi miliknya justru hilang. Si anak bingung dan mencari sapi mereka.

Halaman
123
Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved