Berita Ekonomi Bisnis

Kadin Jatim Dukung Penuh Penerapan Digitalisasi Pelayanan Program Tol Laut

Kadin Jatim menyambut gembira atas rencana pemerintah melakukan Digitalisasi Pelayanan (Dilan)program tol laut.

Kadin Jatim Dukung Penuh Penerapan Digitalisasi Pelayanan Program Tol Laut
foto: humas Prahu-hub untuk surya.co.id
Wakil Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto (kedua dari kanan), saat hadir dalam salah satu kegiatan yang digelar Prahu-hub, pekan lalu di Hotel Majapahit, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur (Kadin Jatim), menyambut gembira atas rencana pemerintah melakukan Digitalisasi Pelayanan (Dilan) dengan menggunakan aplikasi berbasis digital dalam pelaksanaan program tol laut.

Langkah ini dianggap tepat untuk mengatasi problematika yang terjadi selama ini.

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto mengatakan bahwa program tol laut pemerintah Jokowi sebenarnya sangat bagus.

Namun sampai saat ini, masih belum bisa berjalan maksimal karena terbentur berbagai persoalan, salah satunya adalah transparansi.

"Hal ini yang kemudian membuat program tersebut cenderung stagnan dan tidak berdampak positif terhadap penurunan harga barang di wilayah Indonesia bagian Timur," kata Adik, Selasa (19/11/2019).

Padahal Pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan, berkomitmen untuk menurunkan biaya logistik yang saat ini mencapai 24 persen dari produk domestik bruto (PDB) menjadi 16 persen sesuai yang diamanatkan di Sistem Logistik Nasional (Sislognas), salah satunya melalui program tol laut.

"Biaya logistik yang tinggi pada umumnya sangat dirasakan di Indonesia Timur. Hal ini disebabkan diantaranya karena ketidak-seimbangan arus pergi dan balik, kurangnya kesiapan infrastruktur, dan intransparansi informasi logistik," ungkap Adik.

Beberapa tahun terakhir, pemerintah telah berupaya keras memperbaiki infrastruktur baik darat maupun laut, dan hal ini terbukti dengan meningkatnya LPI (Logistik Performance Indonesia) dari peringkat 73 di tahun 2016 ke peringkat 54 di tahun 2018.

"Namun untuk memastikan bahwa momentum ini terus berlanjut, kita tidak dapat mengharapkan dari perbaikan infrastruktur semata, " jalas Andik.

Perlu perbaikan di sektor peningkatan arus balik,peningkatan kompetensi, dan transparansi informasi logistik.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved