VIDEO VIRAL Aksi Perampok Tarik Mesin ATM Pakai Mobil Toyota Avanza di Lampung, Cuma Dapat Rp 1 Juta

Perampokan di Lampung ini tergolong unik. Aksi perampok tarik mesin ATM pakai mobil Toyota Avanza ini gagal, mereka hanya dapat uang Rp 1 juta.

VIDEO VIRAL Aksi Perampok Tarik Mesin ATM Pakai Mobil Toyota Avanza di Lampung, Cuma Dapat Rp 1 Juta
Tangkapan Layar/KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA
Aksi perampok tarik mesin ATM pakai mobil Toyota Avanza di Lampung. Mereka cuma dapat Rp 1 juta. 

Komplotan itu ditangkap polisi Surabaya pascaberaksi di beberapa minimarket kota Surabaya.

Modus

Polisi berhasil menangkap dua dari lima pelaku dengan modus ganjal ATM menggunakan tusuk gigi.

Salah satu pelaku bernama Muzhirin (46) warga Cimahi yang tinggal di Lampung ini mengaku sudah puluhan kali beraksi bersama empat temannya itu.

"Mulai Jakarta sampai ke Surabaya mampir ke ATM buat cari korban," kata pelaku Muzhirin kepada awak media.

Kawanan ini menggunakan tusuk gigi dan kecepatan tangan ketika beraksi.

"Saya mengalihkan perhatian karyawan (minimarket), teman saya AG, MD dan IF itu yang bertugas secara teknis," katanya.

Pelat yang ditemukan dipasang di sebuah mesin ATM di Mojokerto yang diduga dipakai untuk sarana kejahatan pencurian uang nasabah.
Pelat yang ditemukan dipasang di sebuah mesin ATM di Mojokerto yang diduga dipakai untuk sarana kejahatan pencurian uang nasabah. (surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni)

"Pakai tusuk gigi diselipkan di tempat masuknya kartu, lalu ada korban yang masukkan kartu kan tidak bisa, teman saya lainnya pura-pura bantu. Saat itu juga kartu ATM ditukar," bebernya.

Usai ditukar, tusuk gigi yang ada di ATM tersebut dilepas, dan tersangka mengintip nomor pin yang dipencet oleh korban lalu menghapalnya.

"Kan pura-pura antre di belakang itu. Sambil ngintip pin yang dimasukkan. ATM tidak bisa diakses korban karena sudah ditukar. Saat itu juga kami pergi dan kuras isi ATM-nya," lanjut Muhzirin.

Selama hampir setahun beraksi, Muzhirin dan komplotannya berhasil meraup uang hingga ratusan juta rupiah.

Hal itu disampaikan Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti.

"Kerugian korban antara Rp 20 sampai Rp 100 juta. Kalau tersangka (MZ dan SS) ini dapat bagian Rp 1,5 sampai Rp 2 juta setiap kali aksi. Uangnya buat kebutuhan hidup," kata Bima, Senin (28/10/2019).

Modus memelas lalu kuras isi ATM

Kasus menguras isi ATM juga terjadi di Lamongan beberapa waktu lalu.

Anda masih ingat kasus gendam di Lamongan yang dialami Sumarlik (48) warga Desa Kalen, Kecamatan Kedungpring Lamongan Jawa Timur hingga menderita kerugian Rp 36, 5 juta ?

Sat Reskrim Polres Lamongan menangkap satu di antara tiga pelaku komplotan ini.

Seorang tersangka JP (48) warga Sidoarjo berhasil dibekuk sedang tiga pelaku lainnya, S, U dan B kini dalam pengejaran alias DPO.

Tersangka JP sebelumnya, pada Mei 2019 pernah melakukan tindakan serupa dan saat itu hanya divonis hukuman percobaan di wilayah Gresik.

Aksi komplotan ini, sejatinya tidak memakai ilmu gendam. Namun, hanya mempraktikkan pola memelas pada calon korbannya.

"Tidak, tidak memakai ilmu apa-apa, termasuk ilmu gendam. Hanya beraksi agar calon korban melihat kami kasihan saja. Jadi tidak pakai ilmu - ilmuan," aku JP ditanya Surya.co.id saat dikeler Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung, Kamis (24/10/2019).

Terhadap calon mangsanya, mereka selalu memetakan pada orang-orang yang baru datang dari merantau dan pulang tiba di Surabaya.

Pelaku menawarkan jasa tumpangan pada kendaraan yang dibawa empat pelaku ini.

Dengan aksi yang meyakinkan korbannya dengan arah tujuan yang sama alias sejalur.

Seperti dipraktikkan pada korban Sumarlik, ketika dia sedang menunggu kendaraan umum di Surabaya.

Dua dari empat pelaku turun dari mobil menghampiri korban dan mengatakan tujuan mereka sama.

Setelah dua orang yang mengaku bertujuan sama tersebut, lanjut Sumarlik, mereka didatangi mobil warna silver dengan nopol yang tidak diketahui.

Mereka menawarkan untuk diantar ke Terminal Osowilangun dengan biaya Rp.10 ribu per orang.

Kata sepakat tercapai, Sumarlik bersama dengan dua orang laki-laki tersebut kemudian naik mobil tersebut.

Sesampainya di Jl Demak Surabaya, ada seorang laki-laki ikut naik mobil mereka dan  mengaku baru pulang dari Malaysia.

Dia juga mengaku baru saja telah menjadi korban penipuan hingga barang-barangnya dibawa lari orang.

"Ketika sudah di dalam mobil, orang yang mengaku dari Malaysia tersebut menawarkan Batu Permata sebagai ganti barang-barangnya yang telah hilang," tandas Feby.

Merasa iba dan kasihan, Sumarlik kemudian ikut membantu membeli batu permata tersebut dan sanggup menyerahkan uang tunai  Rp. 1 juta kepada orang tersebut.

Namun, dan karena tidak ada uang cash, korban mengambil ATM di rumahnya dan dibantu para pelaku menarik uang ATM milik korban.

Setelah ATM dikeluarkan, pelaku JP ini menukar ATM si korban dan menguras uang yang ada di rekening korban.

Hingga uang tabungan Rp 36, 5 juta milik korban pun ludes.

Setelah itu, lanju Kapolres Feby, korban diturunkan di Masjid Al Mubarok Sukodadi dengan alasan mereka menunggu barang.

Namun, para pelaku tidak kembali. Curiga, korban mengecek saldo rekening, ternyata ludes.

JP mengakui di Lamongan sudah dua orang korban diperlakukan sama. Pada Mei 2019 dan ia berhasil menguras uang korban mencapai Rp 58 juta.

Ulah para pelaku akhirnya berhenti, sehari setelah korban kedua melaporkan kejadiannya ke Polres Lamongan.

" Tim Jaka Tingkir mengembangkan dan melakukan penyelidikan mendalam. Satu hari setelah laporan, tertangkaplah pelaku berinisial JP, " kata Feby.

Sasaran korbannya rata - rata kaum perempuan seorang diri.

Modusnya berpura-pura menjual batu permata.

Jadi salah satu tersangka yang saat ini masuk DPO menawarkan batu permata kepada korban, sehingga korban merasa tertarik.

"Jadi ini ada kelompoknya," kata Feby.

Menurut Feby tersangka dijerat Pasal 378dan 372 KHUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun.

"Semoga tiga pelaku yang masih DPO ini segera tertangkap," tandasnya.

Barang bukti yang diamankan, sisa uang Rp 2.150.000, tiga kartu ATM dan satu buku tabungan.

Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved