Berita Trenggalek

Temasek Fondation Internatonal ke Trenggalek, Bupati Mas Ipin Jabarkan Kerja Sama Ini

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, kedatangan itu itu untuk menjajaki kerja sama lebih jauh antara Trenggalek dan Singapura.

Temasek Fondation Internatonal ke Trenggalek, Bupati Mas Ipin Jabarkan Kerja Sama Ini
surya.co.id/aflahul abidin
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ketika menemui kedatangan tim Temasek Foundation Internasional, Selasa (18/11/2019). 

SURYA.co.id | TRENGGALEK - Temasek Fundation International (TFI) berkunjung ke Kabupaten Trenggalek selama tiga hari, 18-20 November 2019.

Kedatangan itu untuk menindaklanjuti kerja sama "Urban Governance Program" antara Centre for Liveable Cities (CLC) Singapore dan Pemkab Trenggalek.

Delegasi yang datang ke Trenggalek itu, antara lain, Deputy Director CLC Teo Jing Kok, Manager CLC Kuang Jin Yi, dan Senior Director TFI Joanne Ng.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, kedatangan itu itu untuk menjajaki kerja sama lebih jauh antara Trenggalek dan Singapura.

"Mengenai isu manajemen limbah, penataan kawasan kumuh, strategi perencanaan jangka panjang untuk kota yang berkelanjutan, dan sebagainya," ujar pria yang akrab disapa Mas Ipin itu, Senin (18/11/2019).

Mas Ipin menganggap, kedatangan dan penjajakan kerja sama itu sebagai langkah membantu Trenggalek untuk mewujudkan jargon Meroket.

Jargon yang ia maksud merupakan akronim dari maju ekonomi rakyat, orangnya kreatif, dan ekosistemnya terjaga.

"Sama seperti Singapura yang memiliki tiga pilar pembangunan, yaitu ekonomi yang berkelanjutan, kualitas hidup yang baik, dan lingkungan hidup," terang Mas Ipin.

TFI, kata Mas Ipin, memilih Trenggalek sebagai salah satu kota yang dikunjungi karena sebelumnya delegasi Trenggalek telah berkunjung ke Singapura.

Pada kunjungan kali ini, tindaklanjut fokus pada penanganan kawasan kumuh di area perkotaan dan wilayah selatan.

"Temasek Foundation ingin melihat perkembangan action plan yang sudah disusun sejauh ini," sambungnya.

Untuk kunjungan ini, Mas Ipin berharap tim tersebut akan terpikat dengan platform gotong-royong yang diterapkan untuk mengatasi masalah kota kumuh.

"Mulai dari kawasan tamanan, hutan kota, keberadaan desa wisata, yang menunjang kawasan komersial, dan pelayanan publik," pungkasnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved