Berita Banyuwangi

Solar Subsidi Langka di Berbagai Daerah, Praktisi Transportasi Desak Pemerintah Turun Tangan

Solar subsidi langka, Bambang Haryo Soekartono minta perhatian dari Presiden Jokowi: Beliau harus menegur menteri-menterinya

Solar Subsidi Langka di Berbagai Daerah, Praktisi Transportasi Desak Pemerintah Turun Tangan
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Praktisi dan Pemerhati Transportasi Logistik, Bambang Haryo Soekartono. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Kelangkaan solar subsidi di berbagai daerah akhir-akhir ini membuktikan Kementerian Perhubungan dan kementerian terkait tidak memahami atau tidak peduli terhadap sektor transportasi dan logistik, terutama angkutan darat.

Padahal, angkutan logistik darat memegang peranan sangat dominan dalam sistem transportasi nasional, yakni lebih dari 85%, sehingga kelangkaan solar subsidi pasti berdampak terhadap perekonomian nasional.

“Saya sangat prihatin kelangkaan solar berlarut-larut. Lebih prihatin lagi, kementerian terkait seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, ESDM, hingga Kementerian Keuangan tidak bersuara, seakan tidak tahu atau tidak mau tahu dengan kesulitan yang sedang dialami angkutan darat,” ungkap Bambang Haryo Soekartono, praktisi dan pemerhati transportasi logistik, Senin (18/11/2019).

Dia mengatakan, angkutan darat merupakan urat nadi perekonomian, bukan hanya perannya yang sangat dominan melainkan juga konektivitasnya sangat erat dengan moda angkutan lain, baik laut, kerata api, maupun udara.

Semua moda lain bergantung pada angkutan darat untuk mengirim barang dari hulu hingga hilir atau konsumen.

“Multiplier effect akibat kelangkaan BBM ini sangat luas, melambatkan ekonomi karena logistik terhambat, sehingga harga-harga akan naik dan inflasi meningkat. Ketidakpedulian kementerian itu tidak mendukung upaya Presiden Joko Widodo untuk menggenjot ekonomi,” ujarnya.

Praktisi dan Pemerhati Transportasi Logistik Ungkap Multifplayer Effect Akibat Kelangkaan Solar

Menurut Bambang, Kemenhub sebagai instansi yang paling bertanggung jawab terhadap konektivitas seharusnya paling peduli berada di depan mengatasi kelangkaan solar subsidi.

“Kemenhub sangat cepat merespons isu-isu populer, seperti skuter listrik, dibandingkan dengan isu logistik. Persoalan skuter listrik serahkan saja kepada pemda atau Dishub, Kemenhub perhatikan isu-isu besar,” kata mantan Wakil Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) ini.

Bambang mengingatkan, Indonesia sedang berpacu dengan waktu untuk menghindari ancaman resesi dalam waktu dekat.

Pemerintah tidak boleh bekerja santai dan mengklaim bahwa ekonomi Indonesia baik-baik saja.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved