Ekonomi Bisnis

Sebut Punya Modal Besar, BP Karimun Ajak Pengusaha Jatim untuk Investasi Baru di Kepulauan Karimun

BP Karimun di tahun 2019 ini agresif menawarkan daerahnya kepada para pengusaha di luar daerah untuk melakukan investasi.

Sebut Punya Modal Besar, BP Karimun Ajak Pengusaha Jatim untuk Investasi Baru di Kepulauan Karimun
sri handi lestari/surya
Chendra, Kepala BP Karimun saat berbicara dalam Forum Komunikasi Bisnis Peluang Investasi di Kawasan Perdagangan Bebas Dan Pelabuhan Bebas Karimun, Kepulauan Riau di hadapan para pengusaha Jatim di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BP Karimun) di tahun 2019 ini agresif menawarkan daerahnya kepada para pengusaha di luar daerah untuk melakukan investasi. Nilai lebih yang diberikan adalah daerah yang bebas bea perdagangan atau free trade, sehingga bila memerlukan bahan baku dari luar negeri bisa mendapatkan harga yang lebih murah.

"Selanjutnya silakan datang ke Karimun, investasi, buka pabrik di sana, kami siapkan fasilitas berupa kawasan bebas perdagangan bebas dan pelabuhan bebas di Karimun," kata Chendra, Kepala BP Karimun saat menggelar Forum Komunikasi Bisnis Peluang Investasi di Kawasan Perdagangan Bebas Dan Pelabuhan Bebas Karimun, Kepulauan Riau di Surabaya, Senin (18/11/2019).

Chendra menyebut pengusaha di Jawa Timur (Jatim) cukup banyak dan dengan kemampuan modal yang cukup besar.

Tak hanya itu, Jatim yang dikenal sebagai provinsi dengan industri sektor manufaktur (olahan) bisa mengembangkan usahanya di Karimun, yang terdiri atas wilayah Kabupaten Karimun, Bintan, Lingga dan Anambas.

Meski diakui Chendra, yang potensial untuk dikembangkan adalah industri perkapalan dan pelayaran atau shipyard.

"Kami juga melihat industri perkapalan dan pelayaran dari Jatim juga besar dan tinggi. Bagi kawasan kami yang bentuknya kepulauan itu juga menjadi kawasan menarik, apalagi bila memerlukan bahan baku yang impor, ada kebijakan perdagangan bebas yang akan mampu menghasilkan daya jual dan daya saing produk yang tinggi," ungkap Chendra.

Diakui Chendra, dalam forum bisnis yang digelar dalam waktu setengah hari itu, tidak langsung menghasilkan kesepakatan investasi.

"Tapi memang secara B to B (Business to Business) bisa dalam jangka panjang. Selain menggelar forum bisnis disini, kami juga akan mengajak para pengusaha untuk hadir dan melakukan kunjungan ke Karimun. Melihat peta wilayah dan potensi yang ada secara langsung," tandas Chendra.

Pada forum yang digelar di Hotel Bumi Surabaya itu, hadir para pengusaha Jatim yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur.

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Agrobisnis, Adik Dwi Putranto, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyambut baik upaya yang dilakukan BP Karimun.

"Memang saat ini industri di Jatim perlu pengembangan usaha di daerah lain. Bila Karimun mampu memiliki nilai yang lebih, tentunya minat pengusaha untuk hadir disana menjadi besar. Apalagi dekat dengan pasar ekspor seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang dan lainnya," jelas Adik.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved