Breaking News:

Liputan Khusus

Masih Banyak Sekolah Rusak di Jawa Timur, Ini Kata Ketua Forum Pemerhati Pendidikan

Masalah kelayakan bangunan sekolah tak bisa dibiarkan begitu saja dan harus segera diselesaikan

surya.co.id/mohammad romadoni
Bangunan SDN Talun, Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto rusak berat. Bangunan sekolah ini tidak dipakai sejak 2016, karena khawatir roboh dan membahayakan siswa maupun guru. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejumlah sekolah di Jawa Timur kondisinya memprihatinkan.

Sebagian sekolah tersebut juga belum mendapat sentuhan rehabilitasi.

Ketua Forum Pemerhati Pendidikan (FPP), Rasiyo mengaku miris bila melihat para siswa dan guru berada di dalam sekolah yang rusak saat proses belajar mengajar.

Tentu hal tersebut bisa mengancam keselamatan para siswa dan guru.

“Masalah kelayakan bangunan sekolah tak bisa dibiarkan begitu saja dan harus segera diselesaikan,” katanya Sabtu (16/11/2019).

Dia melanjutkan, apalagi kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Peningkatan kualitas SDM ini dilakukan melalui pendidikan.

“Agar kebijakan itu berjalan optimal, maka perlu memperhatikan terlebih dahulu sarana prasarananya. Karena sarana prasana merupakan salah satu dari delapan standar nasional pendidikan,” lanjutnya.

Rasiyo menerangkan, pengelolaan SD serta SMP menjadi tanggungjawab bupati dan wali kota.

Sedangkan untuk SMA dan SMK merupakan wewenang gubernur.

Dalam masalah rehabilitasi Rasiyo berharap, tak ada lagi sekat tanggung jawab pengelolaan.

Pemerintah provinsi dan daerah harus saling bahu membahu menuntaskan masalah sekolah rusak di Jawa Timur.

“Masalah ini tanggungjawab bersama antara pemerintah provinsi ataupun daerah. Meski SD dan SMP merupakan tanggungjawab pemerintah daerah, kalau pemerintah provinsi atau pusat mau membantu, itu bisa. Begitu pun sebaliknya, pemerintah daerah bisa membantu pemerintah provinsi,” pungkasnya. (Mohammad Romadoni/Danendra/Galih Lintartika)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved