Berita Bangkalan

Dishub Bangkalan Larang Pengunjung Bebek Sinjay Bangkalan Parkir di Bahu Jalan

"Kalau di depan Bebek Sinjay, pemanfatan bahu jalan sebagai area parkir tidak diperbolehkan. Karena jalur itu berstatus jalan nasional," jelasnya.

Dishub Bangkalan Larang Pengunjung Bebek Sinjay Bangkalan Parkir di Bahu Jalan
surabaya.tribunnews.com/ahmad faisol
Personel Dishub Bangkalan mengecek keberadaan fuso dan tronton yang kerap parkir di badan jalan depan Stadion Kerapan Sapi, Minggu (17/11/2019) malam. 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangkalan, Madura, menyiapkan rambu-rambu lalu-lintas dilarang parkir dan dilarang berhenti di depan pusat-pusat perbelanjaan ataupun warung kuliner.

Peringatan tegas itu disampaikan lantaran banyaknya keluhan masyarakat terkait pemanfaatan ruang parkir yang memicu terjadinya kemacetan.

Kabid Lalu-lintas dan Angkutan Jalan Dishub Bangkalan, Ari Moein mengungkapkan, Dishub Bangkalan tak henti-henti memberikan imbauan kepada para pelaku usaha dan juru parkir agar cukup menggunakan satu sisi sebagai area parkir.

"Jika tetap mokong, kami akan pasang rambu larangan parkir atau dilarang berhenti," ungkapnya, Senin (18/11/2019).

Ia menjelaskan, penggunaan dua sisi pinggir jalan untuk lahan parkir pasti akan menimbulkan kemacetan. Selain karena volume kendaraan tinggi, lebar jalan belum memadai.

"Kalau di depan Bebek Sinjay, pemanfatan bahu jalan sebagai area parkir tidak diperbolehkan. Karena jalur itu berstatus jalan nasional," jelasnya.

Bersama jajarannya, Ari baru saja mendatangi pusat perbelanjaan kelengkapan rumah tangga AA di Kelurahan Kemayoran dan rumah makan Bebek Sinjay di Jalan Raya Ketengan Kecamatan Burneh.

"Di situ (Sinjay) tiap hari padat pengunjung. Kalau di AA, kemacetan hanya di momen-momen tertentu. Seperti perayaan Maulid Nabi saat ini," paparnya.

Selain dua titik tersebut, Dishub Bangkalan menyoroti keberadaan truk-truk besar yang sering parkir di badan jalan di depan Stadion Kerapan Sapi RP Moh Noer Kelurahan.

Informasi yang diterima Dishub Bangkalan, keberadaan beberapa fuso dan tronton itu hanya berhenti melepas lelah. Para sopir memilih ngopi di warung-warung sekitar lokasi.

Informasi berbeda, lanjut Ari, sebagian para sopir tronton dan fuso merupakan warga setempat.
Namun tata cara parkirnya dinilai Ari keliru karena berada di atas badan jalan tanpa pasang traffic cone.

"Bukan hanya parkir, fuso dan tronton bahkan menginap. Itu dikeluhkan warga karena terparkir di badan jalan," tegasnya.

Ari menambahkan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan.

"Harus ada lahan untuk garasi. Jadi tidak diparkir di atas badan jalan," pungkasnya. (Surya/Ahmad Faisol)

Foto: Personel Dishub Bangkalan mengecek keberadaan fuso dan tronton yang kerap parkir di badan jalan depan Stadion Kerapan Sapi, Minggu (17/11/2019)

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved