Breaking News:

Kilas Balik

Cerita di Balik Patung Pancoran yang Digagas oleh Soekarno, Usulan Kapolri Jenderal Hoegeng Ditolak

Berikut Cerita di Balik Patung Pancoran yang Digagas oleh Soekarno, Usulan Kapolri Jenderal Hoegeng Ditolak

Kolase Tribun Jateng dan Wikipedia
Cerita di Balik Patung Pancoran yang Digagas oleh Soekarno, Usulan Kapolri Jenderal Hoegeng Ditolak 

Sementara tinggi patung itu sendiri adalah 11 Meter, dan kaki patung mencapai 27 Meter.

Proses pembangunannya dilakukan oleh PN Hutama Karya dengan Ir. Sutami sebagai arsitek pelaksana.

Pengerjaannya sempat mengalami keterlambatan karena peristiwa Gerakan 30 September PKI pada tahun 1965.

Rancangan patung ini berdasarkan atas permintaan Bung Karno untuk menampilkan keperkasaan bangsa Indonesia di bidang dirgantara.

Penekanan dari desain patung tersebut berarti bahwa untuk mencapai keperkasaan, bangsa Indonesia mengandalkan sifat-sifat Jujur, Berani dan Bersemangat.

Proses pemasangan Patung Dirgantara sering ditunggui oleh Bung Karno, sehingga kehadirannya selalu merepotkan aparat negara yang bertugas menjaga keamanan sang kepala negara.

Alat pemasangannya sederhana saja yaitu dengan menggunakan Derek tarikan tangan.

Patung yang berat keseluruhannya 11 ton tersebut terbagi dalam potongan-potongan yang masing-masing beratnya 1 ton.

Pemasangan patung Dirgantara akhirnya dapat selesai pada akhir tahun 1966.

Patung Dirgantara ditempatkan di lokasi ini karena strategis, merupakan pintu gerbang kawasan Jakarta Selatan dari Lapangan Terbang Halim Perdanakusumah selain itu dekat dengan (dahulu) Markas Besar Angkatan Udara Republik Indonesia.

*Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul TERJAWAB Sosok yang Jadi Model Patung Pancoran, Diusulkan Langsung Oleh Soekarno karena 1 Alasan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved