Berita Sidoarjo

Bea Cukai Juanda Gagalkan Penyelundupan Karang Hidup ke Malaysia, 2 Pria Bali Ditangkap

Selain menggagalkan penyelundupan sabu, Bea Cukai Juanda juga berhasil menggagalkan upaya menyelundupkan karang hidup (live koral).

Bea Cukai Juanda Gagalkan Penyelundupan Karang Hidup ke Malaysia, 2 Pria Bali Ditangkap
Kukuh Kurniawan/TribunJatim.com
Bea Cukai Juanda saat menunjukkan barang bukti karang hidup (live coral), Senin (18/11/2019). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Selain menggagalkan penyelundupan sabu, Bea Cukai Juanda juga berhasil menggagalkan upaya menyelundupkan karang hidup (live koral).

Kepala Bea Cukai Juanda, Budi Harjanto mengatakan penggagalan itu bermula saat petugas mendapat informasi bahwa akan ada pembawaan karang hidup secara ilegal keluar wilayah daerah pabean melalui Bandara Internasional Juanda.

Pria India Coba Selundupkan Sabu 1,3 Kg di Kotak Perhiasan, Bea Cukai Juanda Curiga saat X-Ray

"Berdasarkan informasi itu, petugas kemudian melakukan pencarian terhadap bagasi keberangkatan penerbangan internasional. Kami mencurigai bagasi berupa dua koper yang dibawa kedua penumpang pesawat Malaysia Airlines MH-870 yaitu Ishak (34) warga Banjar Pembungan, Kota Denpasar, Bali dan Diyan Wasyulianto (38) warga Banjar Dinas Sumber Bunga, Sumberkima, Gerokgak, Buleleng, Bali," ujarnya kepada TribunJatim.com (grup surya.co.id), Senin (18/11/2019).

Setelah dicek melalui mesin X-Ray dan dilakukan pemeriksaan fisik, ternyata dalam dua koper itu ditemukan ada 12 kantong plastik berisi sebanyak 316 ekor live coral.

"Live coral itu akan dibawa keluar dari wilayah Surabaya menuju Malaysia dan nilai total keseluruhan live coral itu sekitar Rp. 100 juta," jelasnya.

Akhirnya Bea Cukai Juanda langsung menangkap kedua orang tersebut dan barang bukti berupa karang hidup diserahkan kepada Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Surabaya I untuk ditindaklanjuti.

"Kini kami masih fokus untuk mencari dari mana asal karang hidup itu. Karena dari pengakuan pelaku, ternyata hanya bertugas sebagai kurir saja," tambahnya.

Sementara itu, Kepala BKIPM Surabaya I, Muhlin menjelaskan secepatnya karang hidup itu akan dilepasliarkan ke alam bebas.

"Untuk menjaga kelestarian alam hayati serta rentan bila tidak dilepasliarkan segera. Saat ini kami berencana akan melepasliarkan karang hidup itu di wilayah Pengandaran, Jawa Barat," pungkasnya.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved