Serapan Belanja Modal Kota Blitar Masih Kurang 50 Persen di Triwulan Ketiga

Hingga triwulan ketiga 2019 ini, capaian serapan belanja modal masih kurang dari 50 persen dari total anggaran Rp 343,1 miliar.

Serapan Belanja Modal Kota Blitar Masih Kurang 50 Persen di Triwulan Ketiga
surabaya.tribunnews.com/samsul hadi
Kondisi salah satu proyek fisik pembangunan jalan tembus di Kelurahan Gedog, Kota Blitar. Progres pekerjaan sejumlah proyek fisik kurang optimal sehingga membuat serapan belanja modal masih rendah. 

SURYA.co.id | BLITAR - Serapan belanja modal APBD Kota Blitar 2019 masih rendah. Hingga triwulan ketiga 2019 ini, capaian serapan belanja modal masih kurang dari 50 persen dari total anggaran Rp 343,1 miliar.

Rendahnya serapan belanja modal ini paling banyak dipengaruhi kurang maksimalnya progres pekerjaan sejumlah proyek fisik. Progres pekerjaan proyek fisik seperti pembangunan jalan, gedung, pasar, dan irigasi sampai sekarang rata-rata masih mencapai 50 persen.

"Serapan belanja modal terutama soal proyek fisik masih rendah. Sekarang serapannya masih kurang dari 50 persen. Padahal waktu pekerjaannya tinggal 1,5 bulan," kata Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto, Minggu (17/11/2019).

Totok mengatakan komisi III meminta Pemkot Blitar agar meningkatkan monitoring terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) secara berkala. Pemkot Blitar juga harus rutin melakukan sidak ke lapangan untuk melihat langsung progres pekerjaan sejumlah proyek fisik.

"Pemkot Blitar harus segera melakukan evaluasi dan monitoring agar serapannya bisa optimal sampai akhir tahun. Agar angka Silpa pada 2019 ini tidak terlalu tinggi," ujarnya.

Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Blitar, Widodo Sapto Yohanes mengakui serapan belanja modal APBD 2019 ini kurang optimal. Terutama serapan belanja modal untuk sejumlah proyek fisik.

"Serapan belanja modal memang belum bisa optimal hingga triwulan ketiga ini. Terutama pekerjaan sejumlah proyek fisik di DPUPR, Dinas Perumahan Rakyat dan Disperindag," kata Widodo.

Menurutnya, Pemkot Blitar telah membentuk tim evaluasi untuk mengawasi pekerjaan sejumlah proyek fisik yang ditargetkan selesai akhir 2019 ini. Tim ini secara rutin mengecek progres pekerjaan sejumlah proyek fisik di lapangan.

"Selama kurang dari dua bulan ini, tim akan terus memantau progres pekerjaan sejumlah proyek fisik. Kalau ada kendala di lapangan, tim langsung tahu dan mencarikan solusi," ujarnya.

Sebaliknya, kata Widodo, untuk serapan pendapatan asli daerah (PAD) kondisinya justru bagus. Hingga triwulan ketiga ini serapan PAD untuk pajak daerah sudah mencapai 95 persen dan untuk retribusi daerah mencapai 82 persen.

"Kalau untuk serapan PAD sudah bagus, yang masih kurang optimal serapan belanja daerahnya," ujar Widodo.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved