Berita Surabaya

Bangun Komunikasi dengan Partai Lain, Partai Gelora Jatim Ancang-Ancang Koalisi di Pilkada 2020

Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia bersiap menghadapi even Pilkada Serentak 2020.

Bangun Komunikasi dengan Partai Lain, Partai Gelora Jatim Ancang-Ancang Koalisi di Pilkada 2020
bobby constantine koloway/surya
Pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora, Hamy Wahjunianto saat bersama Ketua Umum Parta Gelora, Anis Matta di Jakarta beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA  - Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia bersiap menghadapi even Pilkada Serentak 2020. Rencananya, pihaknya akan membangun komunikasi dengan partai lain untuk membicarakan peluang koalisi dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora, Hamy Wahjunianto, menerangkan bahwa di dalam komunikasi politik antar parpol tersebut akan ada dua pembicaraan, yakni akan memperkenalkan Gelora sebagai partai baru dan membuka kemungkinan untuk berkoalisi di pilkada 19 daerah se-Jatim.

”Sebagai  partai baru, kami akan silaturrahim dengan partai lain untuk membicarakan berbagai isu terkini,” kata Hamy ketika dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (17/11/2019).

Terkait pilkada, pihaknya menyebut terbuka kemungkinan untuk mencalonkan kader internalnya, apabila ada kader yang dinilai berpotensi, pihaknya akan menawarkan ke partai lain.

”Kami akan melihat potensi kader dari Partai Gelora untuk diusung menjadi calon bupati dan walikota dalam pilkada serentak tahun depan. Kalau ada kader Partai Gelora yang diminati oleh partai lain yang memiliki kursi di parlemen, kami persilahkan maju,” kata Hamy yang juga mantan Anggota DPRD Jatim ini.

Namun, apabila pada komunikasi nantinya tak menemukan jalan tengah, pihaknya siap untuk mendukung calon yang merupakan kader partai lain.

Apalagi, sebagai partai baru, pihaknya belum memiliki kursi DPRD sehingga tak memenuhi syarat pencalonan.

”Sebagai partai baru, kami tak bisa mengusung. Sekalipun nantinya kami telah berbadan hukum, kami hanya bisa mendukung. Sebab, kami tak memiliki kursi DPRD,” ujar pria yang sebelumnya berada di Komisi D DPRD Jatim ini.

Menurut mantan Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jatim ini, Partai Gelora tetap akan bersikap proaktif dalam gelaran pilkada 2020 mendatang, di antaranya, dengan membantu pemenangan calon yang direkomendasikan oleh partai.

”Setelah proses (persayaratan) pencalonan (di KPU) selesai, yang paling diperlukan oleh kandidat adalah suara untuk bisa menang. Di situ, seluruh kader dan jaringan Partai Gelora akan terlibat dalam pemenangan calon yang ditentukan,” tegasnya.

”Baik yang diusung di pilkada merupakan kader internal Partai Gelora, atau pun bukan, seluruh elemen partai akan aktif terlibat dalam pesta demokrasi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, di Jawa Timur ada 19 daerah yang akan mengikut Pilkada serentak tahun depan.

Sementara itu, Partai Gelora Indonesia merupakan partai baru yang didirikan dan dideklarasikan oleh Anis Matta (sebagai Ketua Umum) dan Fahri Hamzah (sebagai Wakil Ketua Umum) pada awal November lalu.

Di Jatim, struktur Ketua,Sekretaris, dan Bendahara DPW Partai Gelora Indonesia Jatim pun telah terbentuk. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved