DPRD Surabaya

Bahu Membahu DPRD dan Pemkot Surabaya Hasilkan APBD Dua Digit 

Seluruh anggota DPRD bersama Ketua DPRD Adi Sutarwijono, lengkap bersama tiga wakilnya: Reni Astuti, Laila Mufidah, dan AH Thony.

surya.co.id/nuraini faiq
BERSEJARAH - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kedua dari kiri) bersama Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono (tengah), Wakil Ketua DPRD Reni Astuti (kiri), Laila Mufidah (kedua dari kanan), dan AH Thony (kanan) usai penandatanganan pengesahan APBD Tahun 2020 yang tembus Rp 10,3 triliun, di gedung DPRD Surabaya, Minggu (10/11) lalu. 

SURYA.co.id |SURABAYA - Meski hari libur pada Minggu (10/11) lalu, namun DPRD Kota Surabaya dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tetap memilih bekerja.

Mereka menggelar sidang paripurna pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020.

Saat itulah sejarah baru terukir tepat di Hari Pahlawan. DPRD dan Pemkot bahu-membahu untuk mengukir sejarah baru: APBD Kota Surabaya menembus dua digit dan menjadi pemda satu-satunya dengan pendapatan Rp 10,3 triliun.

Sidang paripurna yang monumental itu makin lengkap, karena baik legislatif maupun eksekutif, kompak mengenakan baju tema kepahlawanan.

Ada semangat heroik Dewan dan Pemkot untuk memperjuangkan RAPBD demi warga Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini hadir lengkap bersama semua Asisten dan Kapala Dinas kompak mengenakan baju pejuang.

Begitu juga seluruh anggota DPRD bersama Ketua DPRD Adi Sutarwijono, lengkap bersama tiga wakilnya: Reni Astuti, Laila Mufidah, dan AH Thony.

“Pemkot berterima kasih kepada segenap pimpinan dan anggota Dewan yang telah mencurahkan pemikirannya hingga menyetujui APBD 2020 di Hari Pahlawan ini," kata Wali Kota Risma.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas saran dan masukan dari kalangan Dewan saat pembahasan RAPBD.

Semua harus didasarkan pada pemenuhan layanan dan fasilitas publik. Pembangunan harus membawa kemanfaatan bagi masyarakat.

Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2020 yang disahkan beserta lampirannya akan disampaikan ke Gubernur Jawa Timur untuk mendapatkan evaluasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sangat Bersejarah
Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono mengakui bahwa pengesahan RAPBD Kota Surabaya tahun 2020 menjadi APBD sangat bersejarah, karena berbarengan dengan peringatan Hari Pahlawan.

"Alokasi terbesar tetap untuk pendidikan dengan 21 persen untuk pendidikan gratis, guru, dan sarana prasarana. Kemudian bidang kesehatan dan infrastruktur kota," kata Awi, panggilan akrab Adi Sutarwijono. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved