Berita Jember

Jember Gelar Festival Dunia Peternakan 2019

"Event ini sebagai salah satu tolok ukur pembangunan peternakan di Kabupaten Jember," ujar Bupati Jember, Faida

Jember Gelar Festival Dunia Peternakan 2019
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Festival Dunia Peternakan 2019 di Jember 

SURYA.co.id | Jember - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali menggelar kontes hewan ternak. Tahun ini kontes hewan ternak dirangkai dalam kegiatan bertajuk Festival Dunia Peternakan 2019.

Festival Dunia Peternakan 2019 itu digelar mulai Rabu (13/11/2019) hingga Senin (2/12/2019). Pembukaan Festival Dunia Peternakan 2019 itu dilakukan, Kamis (14/11/2019) di Kecamatan Sukowono, Jember.

Kegiatan Festival Dunia Peternakan 2019 itu antara lain diramaikan dengan kontes ternak, pameran produk industri peternakan, karnaval ternak, seminar peternakan, kongres peternak, klinik hewan, juga lomba cipta menu hasil peternakan.

Terkait kontes ternak, Bupati Jember, Faida, menuturkan, kontes ternak yang digelar tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karena sekarang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kota di luar Jember.

Peserta antara lain berasal dari Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Lumajang, dan Probolinggi.

Selain kontes hewan ternak, dalam kegiatan ini juga digelar kontes hewan ternak kesayangan, pameran daging, wisata edukasi peternakan, lomba mewarnai, vaksinasi kucing gratis, klinik hewan on the spot dan kongres peternak.

"Event ini sebagai salah satu tolok ukur pembangunan peternakan di Kabupaten Jember," ujar Bupati Jember, Faida.

Dunia peternakan, kata Faida, saat ini mengalami sejumlah tantangan.  Tantangan yang ada saat ini terjadi, imbuhnya, adalah peningkatan kualitas hewan ternak terutama yang dipergunakan untuk konsumsi masyarakat.

"Seiring dengan terus meningkatnya kebutuhan baik kuantitas maupun kualitas. Tidak dapat dipungkiri, peningkatan pemenuhan gizi masyarakat harus mampu diimbangi dengan peningkatan gizi hewan ternak itu sendiri, sehingga event-event seperti ini sangat efektif untuk diselenggarakan. Selain itu, dengan bertambahnya kebutuhan masyarakat, merupakan sebuah peluang usaha tersendiri yang bisa dimanfaatkan untuk peningkatan perekonomian," tegas Faida.

Pada kontes hewan ternak kali ini, diikuti oleh 22 ekor ternak, sedangkan untuk kontes hewan ternak kesayangan dimeriahkan dengan pameran hewan kesayangan seperti iguana, kelinci hias, musang dan kucing.

Festival Dunia Peternakan juga dimeriahkan gerakan minum susu dan makan telur yang diikuti oleh 500 siswa, dan lomba mewarnai yang diikuti oleh 300 siswa dan kongres peternak yang diikuti oleh 300 peserta.

Data yang ada menunjukkan bahwa di Kabupaten Jember memiliki potensi pengembangan hewan ternak yang cukup potensial, sehingga dapat disebut sebagai gudangnya ternak di Jawa Timur.

Populasi hewan ternak domba sebesar 78.389 ekor pada tahun 2018. Jember telah tiga kali melakukan ekspor domba ke Malaysia dengan jumlah 1.500 ekor setiap pengiriman.

Sedangkan populasi sapi sebesar 253.113 ekor, jumlah kelahiran pedet (anak sapi) yakni 53.728 ekor, dan jika dianalisa, harga per ekornya adalah Rp 7 juta, maka jumlah penjualan bisa mencapai Rp 376.131.225,806. Jumlah yang fantastis dan diyakini akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

Bupati Faida berharap, bahwa pengembangan peternakan tidak bisa lepas dari perkembangan pertanian, sehingga dalam pengembangannya harus berjalan seiring dan sejalan. Ia juga berharap bahwa event seperti ini dapat diselenggarakan kembali di tahun-tahun mendatang karena dampaknya akan sangat besar untuk pembangunan yang terintegrasi di Kabupaten Jember.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved