Berita Ekonomi Bisnis

Gerakan Beli Indonesia Agresif Dorong Tumbuhkan Minat Wirausaha 

Sejak dideklarasikan tahun 2011 di Semarang, Gerakan Beli Indonesia, terus agresif mendorong peningkatan wirausaha di berbagai daerah.

Gerakan Beli Indonesia Agresif Dorong Tumbuhkan Minat Wirausaha 
surya.co.id/sri handi lestari
Heppy Trenggono Pemimpin Gerakan Beli Indonesia (dua dari kiri) di saat kegiatan yang digelar di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejak dideklarasikan tahun 2011 di Semarang, Gerakan Beli Indonesia, terus agresif mendorong peningkatan wirausaha di berbagai daerah.

Seperti yang digelar di Surabaya, akhir pekan lalu, merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat membeli produk Indonesia, lewat kegiatan seminar dan pameran produk para wirausaha.

"Kami terpanggil untuk turut memberikan kontribusi nyata melalui Gerakan Beli Indonesia dimana ada tiga doktrin yang ingin kami tekankan lewat gerakan ini. Yakni, membeli produk Indonesia, membela bangsa Indonesia, dan menghidupkan persaudaraan," kata Heppy Trenggono Pemimpin Gerakan Beli Indonesia, saat di Surabaya.

Doktrin ini dibuat untuk mengikis anggapan bahwa membeli produk asing adalah hal yang keren.

Mereka berharap, masyarakat sadar bahwa membeli produi lokal Indonesia adalah hal yang baik untuk kemandirian ekonomi bangsa.

"Dengan adanya Gerakan Beli Indonesia diharapkan dapat menumbuhkan suburkan minat kewirausahaan pada pemuda dan mendorong lahirnya produk-produk lokal," jelasnya.

Dalam kegiatan yang digelar tiga hari di DBL Arena, Surabaya, lalu, hadir Wakil Guberenur Jawa Timur (Jatim) Emil Dardak Elastianto, yang kemudian bersama para pengusaha melakukan deklarasi.

Deklarasi bertema "Gerakan Beli Indonesia Sebagai Strategi Nasional Ketahanan Ekonomi dan Krisis Global" tersebut, dilakukan dengan penandatanganan papan putih oleh Wagub yang kemudian diikuti seluruh pengusaha yang hadir dalam acara tersebut.

Trenggono menjelaskan, selama 8 tahun, sejak 2011 hingga hari ini, Gerakan Beli Indonesia terus dilakukan secara massive dan terukur di daerah daerah.

Sasaran utamanya adalah menerapkan spirit gerakan ini pada komunitas dan wilayah lebih kecil seperti kalangan pesantren, ormas, kampus, dan wilayah kabupaten serta kota.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved