Berita Blitar

Dewan Minta Proyek Jalan Cor Akses Pantai Tambakrejo Kabupaten Blitar untuk Dibongkar, ini Alasannya

Mursim, yang mengaku pelaksana dari rekanan proyek itu mengatakan, di Blitar selatan itu sulit sertu, sehingga terpaksa diuruk dengan tanah lempung.

Dewan Minta Proyek Jalan Cor Akses Pantai Tambakrejo Kabupaten Blitar untuk Dibongkar, ini Alasannya
surya.co.id/imam taufiq
Anggota dewan saat sidak jalan cor akses Pantai Tambakrejo. Dewan meminta proyek tersebut untuk dibongkar karena uruknya menggunakan tanah lempung. 

SURYA.co.id | BLITAR - Kecepatan kinerja para anggota Komisi III DPRD Kabupaten Blitar ini patut diapresiasi.

Sehari setelah melakukan sidak dan menemukan dugaan pengerjaan proyek jalan cor yang ditengarai asal-asalan, Jumat (15/11) siang, mereka langsung memanggil Puguh Imam Susanto.

Kadis PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) itu dipanggi bersama rekanan penggarap proyek.

Dalam rapat tertutup dari awak media, anggota dewan merekomendasikan agar proyek jalan cor, jurusan ke Pantai Tambakrejo, yang ada di jalan raya Desa Gunung Gede, Kecamatan Wonotirto, harus diperbaiki sesuai spek.

Bukan asal-asalan seperti itu pengerjaannya. Bahkan, yang sepanjang 30 meter, meski sudah dicor, dewan minta harus dibongkar jika tak ingin kena masalah hukum dikemudian hari. Sebab, itu bukan menggunakan sertu (pasir bercampur batu) buat uruknya melainkan tanah lempung.

"Kalau nggak dibongkar dan tanah lempung yang dipakai mengguruk diganti dengan sertu, ya rawan retak atau ambles sebelum proyek itu diserahkan ke dinas. Karena itu, kami sepakat agar dibongkar, terutama yang menggunakan tanah lempung buat uruknya dan harus diganti dengan sertu sebagaimana speknya," tegas Budiono, anggota Komisi III dari PDI Perjuangan.

Begitu juga Sugianto, Ketua Komisi III, malah lebih tegas. Ia memberikan deadline, dalam waktu dua hari ini harus sudah dilakukan pembongkaran terhadap proyek jalan yang sudah dicor (beton), terutama yang sempat dibongkar dewan saat sidak pada Kamis (14/11) kemarin. Dan, dinas PUPR harus mengawasinya secara serius.

"Jika tidak dilakukan oleh rekanan, maka kami akan bertindak lebih tegas lagi. Ya, lihat saja nanti," ungkap anggota dari Partai Gerindra ini.

Ditambahkan Puguh, memang dalam rapat tertutup itu sempat terjadi eyel-eyelan antara rekanan dengan PUPR, dan dewan. Intinya, si rekanan tak mau membongkar saat direkomendasikan untuk dibongkar oleh dewan.

Ia memilih menambah volume atau panjang jalan yang dikerjakan. Namun, dewan tetap bersikukuh untuk dibongkar dengan tanpa alternatif lainnya.

Halaman
123
Penulis: Imam Taufiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved