Berita Lamongan

SMK Maritim Pertama di Indonesia akan Dibangun di Lamongan Tahun Depan, Siapkan 3 Jurusan

SMK Maritim pertama di Indonesia akan lahir di Lamongan, tahun depan mulai pembangunan

SMK Maritim Pertama di Indonesia akan Dibangun di Lamongan Tahun Depan, Siapkan 3 Jurusan
surya/hanif manshuri
Berdirinya SMK Maritim di Lamongan, sarasehan dan penandatanganan komitmen bersama pembangunannya oleh Bupati Lamongan Fadeli dengan Direktur Politeknik Maritim Indonesia (Polimarin) Sri Tutie Rahayu, Komandan Sekolah Tinggi Teknik Angkatan Laut (STTAL) Laksamana Arvando Bastari dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Lamongan Sri Yuliasih, Kamis (14/11/2019) 

SURYA.co.id l LAMONGAN - SMK Maritim pertama di Indonesia akan lahir di Lamongan. Tahun ini akan dimulai pengurukan lahan, dan pada 2020 sudah mulai pembangunan.

Sekolah yang berada di Kelurahan Brondong Kecamatan Brondong ini nantinya akan membuka tiga kompetensi keahlian, yakni Nautika Kapal Penangkap Ikan, Teknik Kapal Penangkap Ikan, dan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan.

"Kurikulumnya untuk SMK Maritim bahkan sudah disiapkan," kata Bupati Lamongan Fadeli saat membuka Sarasehan Nasional Menelusuri Jejak Laksamana Nala Sebagai Panglima Perang Patih Gajah Mada dalam Strategi Pengembangan Budaya Maritim di Pendopo Lokatantra, Kamis (14/11/2019).

Fadeli menyatakan ia berinisiatif menelurkan pembangunan SMK Maritim karena potensi perikanan di Lamongan sangat tinggi, namun SDM untuk mengolahnya tidak cukup tersedia.

Untuk menjamin berdirinya SMK Maritim ini, di tempat yang sama dilakukan penandatanganan komitmen bersama pembangunannya oleh Bupati Lamongan Fadeli dengan Direktur Politeknik Maritim Indonesia (Polimarin) Sri Tutie Rahayu, Komandan Sekolah Tinggi Teknik Angkatan Laut (STTAL) Laksamana Arvando Bastari dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Lamongan Sri Yuliasih.

"Tingginya potensi kemaritiman di Lamongan menjadi faktor utama sekolah ini didirikan, " ujar Fadeli.

Dijelaskan olehnya, dengan panjang pantai mencapai 47 kilometer, pada tahun 2018 dapat menghasilkan ikan 131.976, 68 ton.

Ini adalah produksi total dari perikanan budidaya dan tangkap.

Produksi ini selama ini didukung dengan 11 industri pengolahan ikan dan 1.201 UKM pengelola produk ikan. 

“ Selain itu kami memiliki lima industri perkapalan, empat pelabuhan ikan dan didukung dengan 11 industri pengolahan ikan serta 1.201 UKM pengelola produk ikan,” ungkap Fadeli.

Dengan potensi luar bisa tersebut seharusnya tingkat kesejahteraan nelayan Lamongan juga tinggi.

Namun dalam kenyataannya kesejahteraan nelayan masih di bawah rata-rata. 

“Penting bagi Kami agar anak-anak nelayan memiliki ilmu pengetahuan yang lebih tinggi, sehingga kesejahteraan bisa merata, “ harapnya.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved