Berita Tulungagung

Petrokimia Gresik Sebut Pupuk Bersubsidi untuk Masa Tanam Oktober-Maret di Tulungagung Sudah Siap

PT Petrokimia Gresik memastikan stok pupuk bersubsidi untuk masa tanam Oktober-Maret di Kabupaten Tulungagung dalam kondisi aman

Petrokimia Gresik Sebut Pupuk Bersubsidi untuk Masa Tanam Oktober-Maret di Tulungagung Sudah Siap
surya/david yohanes
Petani Tulungagung mengangkut pupuk bersubsidi PT Petrokimia Gresik dengan sepeda motor. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - PT Petrokimia Gresik memastikan stok pupuk bersubsidi untuk masa tanam Oktober-Maret di Kabupaten Tulungagung dalam kondisi aman. Manajer Humas PT Petrokimia Gresik, Muhammad Ihwan, mengatakan total pupuk bersubsidi yang disiapkan sejumlah 869.358 ton.

“Kami sudah berkoordinasi dengan kelompok tani, PPL, Dinas Pertanian dan aparat keamanan. Tinggal menunggu SK, langsung kami salurkan,” terang Ihwan.

Jumlah ini empat kali lipat dari ketentuan pemerintah, sebesar 377.948 ton. Rinciannya, urea 77.474 ton, ZA 107.856 ton, SP-36 201.577 ton, Phonska 441.635 ton dan Petroganik (organik) 40.543 ton.

Pemblokiran Pupuk Subsidi Petani di Tulungagung Akhirnya Dicabut, Tadinya Sudah Mau Demo ke Jakarta

Sementara untuk kuota 2019, total pupuk yang disalurkan sudah mencapai 91 persen.

Rinciannya, urea sudah tersalurkan 25.871 ton dari kuota 28.931 ton, ZA tersalurkan 10.862 ton dari kuota 11.336 ton, SP-36 tersalurkan 1.565 tond ari kuota 1.513 ton, Phonska tersalurkan 16.877 ton dari kuota 17.026 ton dan Petroganik tersalurkan 15.249 ton dari kuota 18.597 ton.

Jumlah ini termasuk penyaluran pupuk untuk wilayah Kecamatan Tanggunggunung, setelah pencabutan blokir pupuk bersubsidi.

PT Petrokimia Gresik menyalurkan 25 ton urea, 100 ton phonska dan 125 ton petroganik ke Tanggunggunung, sesaat setelah blokir dicabut.

“Begitu blokir dicabut, kami langsung mengirimkan 12 rit pupuk ke Tanggunggung Tulungagung. Belum pernah kami mengirim pupuk sebanyak itu dalam satu hari,” ungkap Ihwan.

Kasi Pupuk, Pestisida, dan Teknologi Pangan, Dinas Pertanian Tulungagung, Triwidyono Agus Basuki, menambahkan kuota pupuk bersubsidi di Kabupaten Tulungagung sudah terdistribusi habis pada November 2019.

"Saat memasuki November 2019, kuota pupuk bersubsidi jenis Phonska sudah kosong," imbuh Triwidyono.

Karena itu Okky, panggilan Triwidyono, berharap ada penambahan alokasi di awal Desember 2019.

“Kami yakin pemerintah pasti akan merespon, karena ini kebutuhan riil petani,” ujar Okky.

Menurutnya, jika terjadi kekurangan pupuk di suatu kabupaten, maka pemerintah akan melakukan realokasi antar kabupaten di provinsi yang sama.

"Jika kuota dalam satu provinsi juga sudah habis, maka direalokasi antar provinsi," pungkasnya.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved