KONI Berharap Perdebatan Pemkot Vs Pemprov Soal Stadion GBT Dihentikan

Ketua KONI Jatim, Erlangga Satriaagung berharap untuk menghentikan polemik yang dikuatirkan akan mengganggu persiapan sebagai tuan rumah.

KONI Berharap Perdebatan Pemkot Vs Pemprov Soal Stadion GBT Dihentikan
Foto Dispora Kota Surabaya
Petugas saat melakukan pembenahan di Stadion GBT Surabaya, Rabu (30/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ndaru Wijayanto.

SURYA.co.id | SURABAYA - Penunjukan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) sebagai salah satu kandidat venue Piala Dunia U-20 2021 sempat menghadirkan polemik.

Di antaranya terjadi polemik yang seperti membenturkan antara Pemerintah Kota Surabaya dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait persepsi masalah aroma sampah.

Oleh sebab itu, Ketua KONI Jatim, Erlangga Satriaagung berharap untuk menghentikan polemik yang dikuatirkan akan mengganggu persiapan sebagai tuan rumah.

"Ada hal-hal yang kemarin tidak mengenakan kemarin itu, tolong stop lah dan mari kita bangun kebersamaan, kita bangun kesolidan supaya keinginan kita semua agar Surabaya bisa jadi tuan rumah untuk even itu," ujar Erlangga, Kamis (14/11/2019).

Adapun komentar yang menyudutkan beberapa pihak adalah hanya sebuah kesalahpahaman saja. Sebab baik Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim sangat mendukung.

"Saya yakin tidak ada friksi antara Pemprov dan Pemkot kemarin itu mungkin hanya missed saja. Jadi ke depan, misal bu Gubernur ingin bantu Pemkot, gimana caranya agar tidak lepas," imbuhnya.

Ia berharap setelah ini semua pihak bisa selaras demi satu tujuan yakni mencari solusi agar stadion GBT bisa siap menggelar even bertaraf dunia itu.

"Memang diakui dari sisi fisik, stadion paling siap kan GBT. Ada hal-hal yang kurang ini bagaimana Pemkot dan Pemprov berkerja sama untuk sama-sama mengatasi, apakah itu masalah akses, apakah itu masalah aroma," imbuhnya.

Erlangga cukup optimis masalah aroma bisa dituntaskan secara bersama-sama karena ada teknologi canggih yang bisa mengatasi kendala itu.

"Sekarang ini zaman teknologi tinggi, tidak rumit sebetulnya. Harapan kami seperti itu dan tidak ada istilah bu Gubernur untuk menghalangi dan sebagainya," tutup Erlangga.

Penulis: Ndaru Wijayanto
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved