Gubernur Khofifah Minta Seluruh Rumah Sakit di Jatim Terapkan Layanan Telemedicine

Gubernur Jatim meminta inovasi telemedicine dapat diterapkan di seluruh rumah sakit yang ada di Jawa Timur untuk mewujudkan layanan kesehatan terbaik

Gubernur Khofifah Minta Seluruh Rumah Sakit di Jatim Terapkan Layanan Telemedicine
SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah gencar mengembangkan program pelayanan telemedice. Setelah berhasil diterapkan di RSUD Dr Soetomo dan RSU Haji, sistem pelayanan telemedicine akan diterapkan merata di rumah sakit-rumah sakit yang ada di Jawa Timur karena dianggap mampu menjadi solusi untuk masalah antrean layanan pasien dan antrean layanan operasi di rumah sakit.

RSUD Dr Soetomo sebelumnya ditetapkan aebagai rumah sakit pengampu penyelenggara  uji coba program telemedicine yang ditetapkan langsung oleh Kemenkes. Sedangkan RSU Haji juga telah ditetapkan sebagai rumah sakit pengampu telemedicine tingkat regional berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor,HK : 01.07/MENKES/ 682/ 2019 pada bulan Oktober 2019 lalu.

Penetapan RSUD Dr Soetomo sebagai rumah sakit pengampu  telemedicine nasional tidak terlepas dari statusnya sebagai pusat rujukan nasional berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia  Nomor HK.02.02/ MENKES/ 390/ 2014 tentang Pedoman Penetapan Rumah Sakit Rujukan Nasional.

"Ke depan, dengan tantangan di bidang layanan kesehatan, seperti masalah antrean dan tunggu operasi, maka kami akan menerapkan program pelayanan telemedicine di sel-sel rumah sakit yang ada di Jawa Timur," kata Gubernur Khofifah, Kamis (14/11/2019).

Pedoman pelayanan atau clinical guideline untuk telemedicine di rumah sakit-rumah sakit di Jawa Timur akan disusun bersama. Sehingga metode pelayanan terhadap penyakit tertentu akan relatif sama di setiap Rumah Sakit yang ada di Jawa Timur.

"Harapannya rumah sakit Jawa Timur menjadi jejaring pelayanan tingkat lanjut yang terjaga mutunya. Rumah sakit dengan Tipe A dapat membantu proktoring pada rumah sakit tipe A lain atau dibawahnya. Sistem ini sudah dilakukan di RSUD Dr Soetomo dengan RSAL untuk pasien bedah saraf dan terbukti bisa saling membantu dalam mengatasi antrean pasien," kata Khofifah.

Bahkan Program Digipedis atau Digitalisasi Utilitas IGD dan Ruang Rawat Inap yang dilakukan di RSUD Dr Soetomo sejak 13 Juli 2019, sebagai salah satu program CETTAR 99 hari kerja, dinilai berhasil oleh Kementerian Kesehatan dalam memobilisasi tenaga perawat saat pasien melonjak di layanan IGD tanpa menambah jumlah tenaga perawat definitip. Keberhasilan itu membuat RSUD Dr Soetomo mendatapatkan Award dalam Human Resources and Development Program tanggal 25 Oktober 2019.

Dijelaskan Khofifah, kondisi geografis Provinsi Jawa Timur  yang sangat luas sering menjadi barrier tersendiri untuk memeratakan pelayanan kesehatan. Selain itu, ketidakmerataan fasilitas dan tenaga profesional kesehatan juga menyebabkan variasi dalam status kesehatan mayarakat.

Revolusi teknologi inovatif yang dikenal dengan Telemedicine adalah teknologi yang memungkinkan pasien bisa melakukan konsultasi jarak jauh terkait kondisi klinis, Radiologi, EKG,USG.

Dengan Telemedicine maka insiden penyakit, profil kesehatan, sistem rujukan berjenjang dan terstruktur, dapat dilakukan dengan tepat dan cepat sehingga angka keparahan dan kematian dapat diturunkan dan dengan demikian harapan hidup dapat ditingkatkan.

"Oleh karenanya diharapkan agar semua rumah sakit dan pelayanan kesehatan di Jawa Timur dapat segera  mengikuti program  telemedicine indonesia (Temenin )sehingga Nawa Bhakti Satya untuk Jatim  Cerdas dan Sehat dapat segera terwujud di Jawa Timur," pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved