Berita Banyuwangi

Menengok Upaya Pertamina Lakukan Konservasi dan Wisata Laut Banyuwangi

Saat ini Pemkab Banyuwangi dan Pertamina memiliki gawe melakukan rebranding salah satu pantai ikonik yang ada di Banyuwangi, Pantai Pulau Merah.

Menengok Upaya Pertamina Lakukan Konservasi dan Wisata Laut Banyuwangi
SURYA.co.id/Haorrahman
Pantai Pulau Merah dilakukan pengembangan seluas 43 hektare, untuk memberikan kenyamanan pada wisatawan. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Publik sempat dikejutkan dengan tumpahan minyak sumur bor YYA-1, milik PT Pertamina di perairan laut Karawang beberapa waktu lalu. Padahal selama ini Pertamina dikenal gencar melakukan konservasi laut, salah satunya di Banyuwangi.

Dalam kasus tumpahan minyak ini, Pertamina melakukan berbagai upaya untuk menghentikan kebocoran dan membersihkan tumpahan minyak di perairan.

Upaya-upaya itu selalu diupdate di media sosial dan situs resmi Pertamina, serta berbagai media. Dengan demikian publik tahu apa yang telah dilakukan Pertamina sebagai bentuk tanggung jawab mereka.

Laut merupakan salah satu wilayah kerja Pertamina. Di berbagai wilayah perairan Pertamina konsen dalam melakukan konservasi dalam upaya menjaga kelestarian laut, seperti di Banyuwangi.

Saat ini Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dan Pertamina memiliki gawe melakukan rebranding salah satu pantai ikonik yang ada di Banyuwangi, Pantai Pulau Merah.

Pertamina melalui anak perusahaannya, PT Patrajasa yang bergerak di bidang hospitality ditunjuk sebagai pengelola dalam pengembangan Pulau Merah yang telah dimulai pada September 2019 itu.

Pengembangan Pulau Merah mencakup kawasan seluas 43 hektare, dengan total investasi sekitar Rp 67 milyar.

Sebelum dimulai pengembangan, sempat beberapa kali ada perubahan desain. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas meminta agar ada unsur kearifan lokal masuk dalam desain yang diarsiteki salah satu arsitek nasional, Yori Antar itu.

"Kami melakukan pertemuan langsung dengan pengelola termasuk dengan termasuk dengan tim arsiteknya.  Kami berterima kasih telah mengakomodasi keinginan kami di mana bangunan yang diterapkan harus mengadopsi kebudayaan lokal, tidak cuma memberikan kenyamanan dan keamanan saja," kata Anas.

Desain pengembangan Pulau Merah bangunannya yang akan diterapkan knock down dan modular. Selain itu, pengembangannya juga memperhatikan mitigasi bencana.

Halaman
1234
Penulis: Haorrahman
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved