Desa Wisata

Desa-desa di Banyuwangi Semangat Inovasi, Bupati Anas:Dana Desa Jangan hanya untuk Pembangunan Fisik

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas berharap agar dana besar yang mengalir ke desa tidak hanya untuk pembangunan fisik.

Desa-desa di Banyuwangi Semangat Inovasi, Bupati Anas:Dana Desa Jangan hanya untuk Pembangunan Fisik
surya.co.id/haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, saat melihat inovasi pelayanan publik desa.  

DESA kini telah menjadi pemain penting dalam pembangunan. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas berharap agar dana besar yang mengalir ke desa tidak hanya untuk pembangunan fisik.

Anas mengatakan dengan anggaran besar yang mengalir ke desa melalui dana desa yang berasal dari APBN dan APBD, membuat desa kini lebih leluasa dalam melakukan inovasi.

Anas mengatakan presiden telah melakukan terobosan dengan mendorong semua pelaksanaan program dana desa itu sumbernya dari desa sendiri, sehingga uang berputar di desa tanpa tersedot ke kota.Dengan sendirinya juga menggerakkan UMKM desa karena permintaan barang pasti meningkat.

“Pak Jokowi juga ingin dana desa bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan kewirausahaan. Para bupati juga diminta ikut menyiapkan bagaimana membangun ekosistem ekonomi perdesaan yang relevan dengan tren revolusi industri 4.0,” kata Anas.

Di Banyuwangi selain didorong untuk peningkatan layanan pada masyarakat, dana tersebut juga diarahkan untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM), kesejahteraan dan kesehatan anak-anak serta pengembangan ekonomi masyarakat desa termasuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Di Banyuwangi terdapat program ”Kanggo Riko”, yang dalam bahasa setempat berarti ”Untuk Anda”. Program ini fokus memberdayakan ribuan warga miskin di perdesaan agar mandiri secara ekonomi.

Dalam program tersebut, Banyuwangi memberikan modal usaha pada rumah tangga miskin (RTM) yang sedang merintis usaha atau berniat meningkatkan usahanya, sebesar Rp 2,5 juta disesuaikan dengan kebutuhan usaha mereka.

Program ini dilaksanakan di 29 desa. Anggarannya diambil dari Alokasi Dana Desa (ADD) dari APBD Banyuwangi dan Dana Desa dari APBN.

”Semakin besar Dana Desa, anggaran ADD juga kian besar. Momentum perhatian luar biasa dari Presiden Jokowi untuk masyarakat desa ini perlu benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi warga,” papar Anas.

Anas mengatakan, program ini adalah bagian dari inovasi berkelanjutan pengembangan desa dan masyarakatnya yang dilakukan Banyuwangi. Juga ada program Rantang Kasih yang membagikan makanan bergizi tiap hari ke warga miskin lanjut usia.

Rantang Kasih adalah program memberi makanan tiap hari ke masyarakat termiskin yang tidak bisa lagi dibuat produktif karena faktor usia.

Sementara Kanggo Riko ini fokusnya adalah memberdayakan. Sasarannya warga miskin, tapi usia produktif, masih berpeluang diangkat ekonominya.

Dalam program Rantang Kasih, para lansia miskin mendapatkan kiriman rantang makanan siap saji setiap hari secara gratis.

Total ada 3.071 penerima program Rantang Kasih yang dananya berasal dari kolaborasi APBD Banyuwangi, Badan Amil Zakat dan dana desa.

Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved