Breaking News:

Berita Kampus Surabaya

UWK Surabaya Kunjungi Benteng Kedung Cowek, Ajak Generasi Milenial Pahami Makna Hari Pahlawan

UWK menyamarakkan Hari Pahlawan dengan berkunjung di Benteng dan Gudang Mesiu Kedung Cowek, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, Selasa (12/11/2019).

surya.co.id/febrianto ramadani
Suasana hari Pahlawan di Benteng Kedung Cowek yang digelar Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Selasa (12/11/2019). 

 "Dengan pengetahuan sejarah yang benar. Generasi Muda akan mengetahui perjuangan para pahlawan seperti apa. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan," tegasnya.

Guna meningkatkan wawasan tentang keberadaan Benteng Kedung Cowek, UWK Surabaya menghadirkan Adi Setiawan, penulis dan periset sejarah tentang peran Benteng Kedung Cowek dalam pertempuran 10 November.

Adi Setiawan menyebut, Benteng Kedung Cowek merupakan tempat yang cukup heroik dalam mengusir penjajah yang akan menancapkan kekuasaannya lagi di Indonesia.

"Benteng ini adalah tempat yang paling terjaga. Kita bisa melihat di dinding benteng yang penuh dengan lubang tembakan. Di tempat ini, sebagian besar yang gugur bukanlah orang jawa," tutur Adi Setiawan.

" Tapi orang Sumatera. Artinya apa, pada masa itu kesadaran berbangsanya sudah tinggi. Sehingga penjajahan bukan lagi urusannya orang surabaya aja tapi urusannya merah putih," tambah Adi.

Adi Setiawan berharap, generasi milenial bisa  menghargai jasa para pejuang yang telah gugur di Benteng Kedung Cowek tanpa penanda sama sekali.

"Semoga dari tempat ini melahirkan karya tulis yang baru tentang sejarah, peran dan lain sebagainya. Agar bisa menjaga dan merefresh perjuangan para pahlawan yang gugur mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia," pungkasnya.

Arin, Mahasiswi Semester 5, Fakultas Bahasa dan Sains mengaku belum mengetahui secara langsung keberadaan Benteng Kedung Cowek di Surabaya.

"Melalui acara ini saya jadi tahu langsung Benteng Kedung Cowek seperti apa. Saya tahu Benteng Kedung Cowek dari kata kata orang," ujarnya, Selasa (12/11/2019).

Arin berharap,semoga banyak organisasi di dunia pendidikan yang mengadakan kegiatan dari luar tentang sejarah agar generasi muda dan masyarakat tidak melupakan sejarah.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved