Berita Blitar

Tower Seluler yang sempat Disegel Warga, akhirnya Dibuka, ini Janji Pemilik kepada Warga Terdampak 

Setelah dua bulan disegel warga karena dianggap belum ada kopensasi, tower Indosat di Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar dibuka.

Tower Seluler yang sempat Disegel Warga, akhirnya Dibuka, ini Janji Pemilik kepada Warga Terdampak 
surya.co.id/imam taufiq
Tower Indosat di Kelurahan Beru, Wlingi Kabupaten akhirnya dibuka paksa mendatangkan sejumlah petugas. 

SURYA.co.id | BLITAR -  Setelah dua bulan disegel warga karena dianggap belum ada kopensasi, tower Indosat yang berdiri di Lingkungan/Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, akhirnya dibuka paksa, Senin (11/11) siang kemarin.

Hal ini dilakukan karena digembok, sehingga tak mudah membukanya, melainkan harus digergaji gembok yang menempel di pintu masuk pagar yang menggelilingi tower setinggi 46 meter tersebut.

Khawatir terjadi perlawanan dari warga setempat, sehingga aksi penjebolan gembok yang dilakukan oleh perwakilan dari pihak indosat itu didampingi banyak petugas.

Di antaranya, petugas Satpol PP, yang berjumlah 12 personil, beberapa pejabat perizinan atau dinas penanam modal pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP), beberapa staf kelurahan, dan Yoyok Supriono, Ketua RW setempat.

Namun, kekhawatiran petugas itu terbukti. Di saat pihak perwakilan provider, yang dipimpin M Trianto, yang mengaku sebagai konsultan hukum PT Indosat, akan meninggalkan lokasi, beberapa warga datang.

Intinya, mereka memprotes tindakan penjebolan gembok yang dipasang warga tersebut.

"Yang mengembok itu memang kami atau warga sini (warga Lingkungan Beru atau warga sekitar tower). Mengapa itu kami gembok? Karena sejak 2014 lalu atau sejak perpanjangan pertama setelah tower itu berdiri (2003), kami belum menerima kompensasi," tegas Subandi (52), yang rumahnya berjarak sekitar 20 meter dari lokasi berdiri tower Base Transceiver Station (BTS).

Menurutnya, saat pendirian tower dulu atau tahun 2003 lalu, semua warga yang ada di sekitar tower atau berjunlah 18 kepala keluarga (KK) mendapatkan kopensasi.

Namun, saat perpanjangan pertama tahun 2014 lalu, tak ada kopensasi apapun atau pemberitahuan ke warga.

Tahu-tahu tower yang berdiri di pekarangan alm Widianto itu, tetap berdiri tegak. Akhirnya, warga memasang gembok, dengan maksud supaya pihak Indosat menemui warga.

Halaman
12
Penulis: Imam Taufiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved